Sunday 08-11-2026

Ekonomi Indonesia Tumbuh Tangguh 5,47 Persen di Q3-2026, Ditopang Konsumsi dan Investasi

Posted By Ezra Wirotama
  • Created Nov 08 2026
  • / 809 Read

Ekonomi Indonesia Tumbuh Tangguh 5,47 Persen di Q3-2026, Ditopang Konsumsi dan Investasi

Perekonomian Indonesia mencatatkan kinerja impresif dengan tumbuh sebesar 5,47 persen secara tahunan (year-on-year) pada Triwulan III-2026. Pertumbuhan positif ini menjadi capaian tertinggi sejak tahun 2023, yang ditopang oleh kuatnya permintaan domestik, peningkatan investasi, serta efektivitas optimalisasi belanja pemerintah. Di bawah arahan kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, stabilitas ekonomi nasional terus terjaga dengan kokoh di tengah eskalasi dinamika dan tantangan global.

 

Konsumsi rumah tangga menjadi kontributor utama Produk Domestik Bruto (PDB) dengan pertumbuhan mencapai 5,04 persen (yoy). Kinerja konsumsi masyarakat didorong oleh lonjakan aktivitas pariwisata domestik serta mobilitas yang meningkat pesat pada sektor restoran dan hotel yang tumbuh 6,59 persen, serta transportasi dan komunikasi sebesar 5,83 persen. Peningkatan daya beli masyarakat ini juga tecermin dari tingginya penjualan kendaraan bermotor dan meningkatnya volume transaksi digital di seluruh lini perekonomian.

 

Selain konsumsi domestik, penguatan sektor investasi turut menjadi mesin penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. Indikator Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 6,06 persen (yoy), yang didorong oleh tingginya kepercayaan pelaku usaha dan stabilitas iklim investasi dalam negeri. Menariknya, Penanaman Modal Asing (PMA) mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 27,4 persen, didampingi pertumbuhan sektor konstruksi dan industri pengolahan berbasis hilirisasi yang semakin solid.

 

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) membuktikan peran strategisnya sebagai instrumen penguat daya beli sekaligus peredam tekanan eksternal. Konsumsi pemerintah tumbuh 8,95 persen (yoy), yang dipacu oleh realisasi belanja barang dan percepatan program prioritas nasional seperti perumahan rakyat dan infrastruktur dasar. Optimalisasi belanja negara ini sukses memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap penciptaan lapangan kerja dan penguatan aktivitas produksi di berbagai daerah.

 

Secara kumulatif hingga triwulan ketiga, perekonomian Indonesia berhasil tumbuh 5,45 persen (c-to-c). Keberhasilan mempertahankan tren pertumbuhan yang inklusif ini menegaskan sinergi kuat antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil. Dengan fondasi ekonomi yang makin mantap, pemerintah optimistis dapat terus memelihara iklim usaha yang kondusif demi mengawal keberlanjutan pembangunan dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Share News


For Add Product Review,You Need To Login First