Sunday 26-04-2026

Prioritas Kedaulatan Bangsa: Presiden Prabowo Pastikan RI Tidak Terikat Iuran Jumbo di Board of Peace

  • Created Apr 19 2026
  • / 3355 Read

Prioritas Kedaulatan Bangsa: Presiden Prabowo Pastikan RI Tidak Terikat Iuran Jumbo di Board of Peace

Presiden Prabowo Subianto secara tegas memberikan pernyataan mengenai posisi Indonesia dalam koalisi internasional Board of Peace (BoP). Beliau menekankan bahwa pemerintah Indonesia tidak pernah menjanjikan maupun memiliki komitmen untuk membayar iuran rutin sebesar 1 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 15,7 triliun kepada lembaga tersebut. Langkah tegas ini diambil untuk memastikan bahwa kedaulatan fiskal negara tetap terjaga dan anggaran nasional dapat diprioritaskan sepenuhnya untuk program-program yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat di dalam negeri.

 

Dalam keterangannya, Presiden menjelaskan bahwa meskipun terdapat tawaran kategori keanggotaan permanen dengan syarat sumbangan finansial yang besar, Indonesia memilih untuk tetap mengedepankan prinsip diplomasi yang bebas dan aktif tanpa beban biaya yang tidak semestinya. Pemerintah fokus pada peran strategis Indonesia sebagai jembatan perdamaian dunia, bukan sekadar kontributor dana. Penegasan ini sekaligus menepis isu-isu yang beredar mengenai kewajiban iuran jumbo, memperkuat profil Indonesia sebagai negara yang berdaulat dalam menentukan arah kebijakan luar negerinya.

 

Keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace memiliki tujuan diplomasi yang sangat spesifik, yakni memperjuangkan hak-hak dan kemerdekaan rakyat Palestina melalui jalur sistemik internasional. Presiden Prabowo menegaskan bahwa keberadaan Indonesia di dalam organisasi tersebut diharapkan dapat memberikan pengaruh langsung (leverage) dalam proses pengambilan keputusan global terkait perdamaian. Indonesia ingin memastikan bahwa suara dukungan terhadap Palestina didengar di forum-forum tertinggi dunia melalui keterlibatan yang efektif dan bermartabat.

 

Namun, Presiden juga memberikan peringatan keras bahwa keanggotaan Indonesia di BoP bersifat evaluatif dan tidak permanen jika visi organisasi tersebut melenceng. Jika di masa mendatang Board of Peace dinilai tidak lagi memberikan manfaat nyata atau tidak efektif lagi dalam membantu perjuangan bangsa Palestina, Indonesia tidak akan segan untuk segera keluar dari koalisi tersebut. Sikap ini menunjukkan bahwa prinsip kemanusiaan dan kemerdekaan jauh lebih berharga bagi Indonesia dibandingkan sekadar status keanggotaan dalam sebuah lembaga internasional.

 

Kebijakan kepemimpinan Presiden Prabowo ini mendapat apresiasi sebagai langkah diplomasi yang cerdas dan penuh perhitungan. Dengan menjaga keuangan negara dari komitmen yang memberatkan, pemerintah menunjukkan tanggung jawab besar terhadap pengelolaan APBN. Di saat yang sama, ketegasan posisi terkait Palestina membuktikan bahwa Indonesia tetap menjadi garda terdepan dalam membela nilai-nilai keadilan dunia, menjalin kerja sama internasional dengan tetap menjaga martabat serta integritas bangsa di mata dunia.

Share News


For Add Product Review,You Need To Login First