Program MBG Masuk Lapas, Ini Tujuannya
- Created May 08 2026
- / 101 Read
Pemerintah mulai melibatkan lembaga pemasyarakatan (lapas) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), puluhan dapur MBG kini disiapkan di lahan pemasyarakatan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Mashudi mengatakan, saat ini sudah ada 36 dapur MBG yang dibangun dan ditargetkan mulai beroperasi pada akhir Mei 2026.
Menurutnya, pemanfaatan lahan lapas dilakukan untuk mendukung percepatan program nasional MBG. Lapas dinilai memiliki fasilitas, sistem keamanan, serta sumber daya manusia yang dapat mendukung operasional dapur dalam skala besar.
Dapur MBG tersebut dibangun baik di luar area utama lapas maupun di dalam lahan pemasyarakatan sesuai aturan yang berlaku. Dalam pelaksanaannya, Badan Gizi Nasional (BGN) tetap membayar biaya sewa lahan yang nantinya masuk ke kas negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Selain menyediakan lahan, Ditjenpas juga melibatkan warga binaan pemasyarakatan (WBP) sebagai bagian dari tenaga operasional dapur MBG. Namun, warga binaan yang dilibatkan harus melalui asesmen ketat serta pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu.
Setiap dapur MBG nantinya diisi oleh 46 pekerja, terdiri dari 26 tenaga profesional dan 20 warga binaan yang telah memenuhi syarat untuk bekerja.
Keterlibatan warga binaan ini disebut bukan sekadar untuk membantu operasional dapur, tetapi juga menjadi bagian dari program pembinaan keterampilan dan reintegrasi sosial. Melalui program tersebut, warga binaan diharapkan memperoleh pengalaman kerja, disiplin, dan keterampilan yang dapat menjadi bekal setelah kembali ke masyarakat.
Dengan konsep tersebut, program MBG di lapas tidak hanya mendukung distribusi makanan bergizi nasional, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan dan pembinaan warga binaan secara produktif.
Share News
For Add Product Review,You Need To Login First
















