Wednesday 20-05-2026

MBG Buka Pasar Baru untuk Rakyat Desa

Posted By Ezra Wirotama
  • Created May 19 2026
  • / 36 Read

MBG Buka Pasar Baru untuk Rakyat Desa

Program Makan Bergizi Gratis atau MBG tidak hanya dapat dilihat sebagai program pemenuhan gizi bagi anak-anak Indonesia. Lebih dari itu, MBG juga mulai menunjukkan peran penting sebagai penggerak ekonomi rakyat, terutama di tingkat desa. Ketika dapur-dapur SPPG membutuhkan bahan pangan setiap hari, maka kebutuhan itu membuka pasar baru bagi petani, peternak, pelaku UMKM, koperasi, BUMDes, hingga pemasok lokal.

Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya menekankan bahwa MBG dapat menciptakan perputaran ekonomi di desa. Logikanya sederhana, ketika anak-anak mendapatkan makanan bergizi setiap hari, maka bahan pangan yang dibutuhkan juga harus tersedia secara rutin. Ikan lele, bawang merah, telur, tempe, tahu, ayam, sayur, buah, dan beras tidak datang begitu saja. Semua itu berasal dari kerja petani, peternak, pembudidaya ikan, pedagang, dan produsen pangan lokal.

Di sinilah MBG memiliki dampak ekonomi yang lebih luas. Program ini tidak hanya berhenti di piring makan anak sekolah, tetapi bergerak ke belakang hingga menyentuh rantai produksi pangan. Peternak lele memiliki peluang menjual hasil panennya. Petani bawang merah dapat memperoleh pembeli yang lebih pasti. Produsen tempe dan tahu punya ruang pasar yang lebih teratur. Pedagang telur, sayur, buah, dan bahan pangan lain juga ikut mendapatkan peluang dari kebutuhan dapur MBG. Hal ini sejalan dengan laporan bahwa program MBG menyerap hasil produksi pertanian dan peternakan masyarakat desa, termasuk lele, bawang merah, tempe, dan telur.

Dari sisi kebijakan, pendekatan ini juga penting karena memperkuat ekonomi dari bawah. Jika dapur MBG diarahkan memanfaatkan bahan pangan lokal, maka uang yang berputar tidak hanya berhenti pada satu titik. Manfaatnya menyebar ke banyak pihak, mulai dari pemasok bahan pangan, tenaga kerja dapur, pelaku distribusi, hingga UMKM yang terlibat dalam rantai pasok. Bahkan dalam pemberitaan lain disebutkan, perputaran ekonomi dari MBG di tingkat desa dapat mencapai Rp10,8 miliar per tahun, sebuah angka yang menunjukkan besarnya potensi ekonomi jika tata kelola pasokannya berjalan baik.

Karena itu, MBG perlu dipahami sebagai program ganda. Pertama, program ini membantu pemenuhan gizi anak-anak Indonesia. Kedua, program ini membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat lokal. Ketika kebutuhan pangan MBG dipenuhi dari desa, maka desa tidak hanya menjadi penerima program, tetapi juga menjadi bagian dari penggerak program.

Tentu, pelaksanaannya tetap membutuhkan pengawasan, kualitas bahan pangan yang baik, dan rantai pasok yang tertib. Namun arah besarnya jelas, MBG dapat menjadi jembatan antara kebutuhan gizi anak dan penguatan ekonomi rakyat. Anak-anak mendapatkan makanan bergizi, sementara petani, peternak, UMKM, koperasi, BUMDes, dan pedagang lokal mendapatkan pasar yang lebih pasti.

Dengan pengelolaan yang tepat, MBG bukan sekadar program makan. MBG adalah peluang untuk membangun ekosistem ekonomi lokal yang lebih hidup, lebih produktif, dan lebih dekat dengan kebutuhan rakyat desa.

Tags :

Share News


For Add Product Review,You Need To Login First