Sidak Sekolah Rakyat Sragen, Menteri PU Wanti-Wanti Pelaksana Jangan Kasih Fasilitas Ecek-ecek
- Created Jul 26 2026
- / 227 Read
Pembangunan Sekolah Rakyat tahap pertama pada tahun ini memasuki babak akhir.
Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengebut penyelesaian fisik 93 sekolah rakyat rintisan di seluruh Indonesia.
Berbarengan dengan itu, babak baru proyek tersebut sudah siap digulirkan: lelang 102 unit sekolah rakyat tambahan.
Menteri PU Dody Hanggodo membeberkan, dari target 93 sekolah di tahap pertama, pengerjaannya sudah menembus angka di atas 90 persen.
Hanya menyisakan sekitar 10 persen atau sembilan sekolah yang pengerjaan fisiknya masih tertahan.
"Secara nasional mungkin sisa sembilan yang progresnya masih di bawah 90 persen," ujar Dody saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sragen, Minggu (26/7).
Dody mengungkapkan, mandeknya progres di sembilan lokasi tersebut didominasi oleh kendala geografis dan distribusi logistik.
Sebagian material bangunan harus mengarungi jalur laut sebelum menerjang akses darat yang minim infrastruktur.
Tak hanya urusan distribusi, problem krusial di babak akhir pembangunan ini adalah krisis tenaga ahli.
"Kalau sudah masuk fase finishing, kebutuhan tukang itu sangat spesifik dan jumlahnya makin menipis. Masalahnya, hampir seluruh lokasi sekolah rakyat ini masuk masa finishing secara bersamaan," bebernya.
Share News
For Add Product Review,You Need To Login First

















