Dody Hanggodo Ingin Hapus Ego Sektoral di Kementerian PU, ASN Harus Siap Bertugas hingga Pelosok
- Created Jul 29 2026
- / 95 Read
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan komitmennya membangun budaya kerja yang lebih kolaboratif di lingkungan Kementerian PU.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah menghapus ego sektoral antarsatuan kerja serta menghilangkan anggapan bahwa bertugas di Jakarta lebih prestisius dibandingkan di daerah.
Menurut Dody, pembangunan infrastruktur sesungguhnya berlangsung di lapangan, sehingga aparatur sipil negara (ASN) Kementerian PU harus memiliki kesiapan untuk bertugas di seluruh wilayah Indonesia, bukan hanya di kantor pusat.
"Di Kementerian PU itu sekitar 38.600 ASN. Yang berada di kantor pusat Jakarta hanya sekitar 4.000 orang. Selebihnya tersebar di seluruh Indonesia karena pembangunan itu adanya di daerah, bukan di Jakarta," ujar Dody dalam wawancara interaktif pada YouTube Penjaga Harapan, dikutip Rabu (29/7/2026).
Ia mengatakan, pola penempatan pegawai selama ini perlu diubah agar pengalaman lapangan dimiliki secara merata. Dengan demikian, kompetensi ASN tidak hanya dibangun dari sisi administratif, tetapi juga melalui pengalaman langsung menangani proyek pembangunan di berbagai daerah.
Dody menilai, rotasi pegawai menjadi instrumen penting untuk membentuk sumber daya manusia yang lebih adaptif sekaligus memperkuat koordinasi lintas unit kerja.
"Saya ingin mengikis ego sektoral atau korsa antardirektorat jenderal. ASN PU harus siap ditempatkan di mana saja dan siap dirotasi agar memiliki pengalaman lapangan serta kompetensi yang lebih komprehensif," katanya.
Selain memperkuat budaya kerja internal, Dody juga menaruh perhatian besar terhadap transparansi penyelenggaraan pemerintahan.
Ia mengaku kini mewajibkan setiap aktivitas kementerian dipublikasikan kepada masyarakat sebagai bentuk akuntabilitas.
Menurut Dody, keterbukaan informasi bukan sekadar memenuhi kebutuhan publik akan informasi, tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai pekerjaan Kementerian PU yang selama ini banyak dilakukan di lapangan dan belum sepenuhnya diketahui masyarakat.
"Istilahnya begini, Tuhan memang Maha Tahu, tetapi masyarakat tetap harus dikasih tahu. Apa yang kita kerjakan setiap hari harus dipublikasikan," ujarnya.
Ia mengakui kebiasaan tersebut merupakan hal baru baginya.
Sebagai sosok yang lama berkarier di sektor swasta, Dody mengaku sebelumnya tidak terbiasa membagikan aktivitas melalui media sosial maupun platform digital.
Namun, seiring menjabat Menteri PU, ia menyadari pentingnya komunikasi publik agar masyarakat mengetahui progres pembangunan, memahami penggunaan anggaran negara, sekaligus memperoleh edukasi mengenai berbagai program infrastruktur.
Share News
For Add Product Review,You Need To Login First

















