Sakernas Mei 2026 Catat Pengangguran Turun, Penduduk Bekerja Bertambah 522 Ribu
- Created Aug 07 2026
- / 86 Read
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perkembangan positif pasar tenaga kerja Indonesia melalui rilis Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia pada 5 Agustus 2026. Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Mei 2026, Tingkat Pengangguran Terbuka tercatat sebesar 4,65 persen, turun 0,03 poin persentase dibanding Februari 2026. Jumlah penduduk bekerja mencapai 148,19 juta orang atau bertambah sekitar 522 ribu orang, sementara angkatan kerja meningkat menjadi 155,41 juta orang. BPS juga mencatat rata-rata upah buruh pada Mei 2026 sebesar Rp3,39 juta.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa sejumlah lapangan usaha mencatat tambahan penyerapan tenaga kerja selama Februari hingga Mei 2026. Penyediaan akomodasi dan makan minum bertambah sekitar 195 ribu pekerja, transportasi dan pergudangan sekitar 121 ribu orang, serta jasa lainnya sekitar 110 ribu orang. Jumlah pengangguran secara absolut juga turun sekitar 24 ribu orang menjadi 7,22 juta orang. Menurut Amalia, perkembangan tersebut sejalan dengan pertumbuhan kuat pada sektor-sektor terkait selama triwulan II-2026. Pada periode yang sama, ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan, sedangkan semester I-2026 tumbuh 5,45 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Rilis ketenagakerjaan tersebut penting dipahami secara tepat di tengah berlangsungnya Sensus Ekonomi 2026. Angka TPT 4,65 persen bukan merupakan hasil SE2026 yang sedang dikumpulkan, melainkan secara eksplisit bersumber dari Sakernas Mei 2026. Sementara itu, pelaksanaan SE2026 memiliki jadwal tersendiri. BPS menetapkan pengisian kuesioner secara daring berlangsung pada Mei hingga Agustus 2026, sedangkan pendataan lapangan dilaksanakan mulai 15 Juni sampai 31 Agustus 2026. Karena proses SE2026 masih berjalan, tidak tepat mengaitkan angka pengangguran yang dirilis 5 Agustus sebagai hasil dari sensus tersebut.
Sakernas dan Sensus Ekonomi memiliki fungsi yang saling melengkapi, tetapi berbeda. Sakernas digunakan BPS untuk memotret kondisi ketenagakerjaan penduduk, sedangkan SE2026 mendata unit usaha secara luas, termasuk karakteristik usaha, tenaga kerja, penggunaan teknologi, pendapatan, pengeluaran, dan aset. Kepala BPS sebelumnya menegaskan bahwa SE2026 merupakan agenda sepuluh tahunan yang hasilnya akan menjadi basis data ekonomi mutakhir dan komprehensif bagi perencanaan pembangunan. Dengan demikian, rilis ketenagakerjaan terbaru dapat dibaca sebagai potret kondisi pasar kerja saat ini, sementara partisipasi pelaku usaha dalam SE2026 tetap diperlukan untuk memperkuat basis data kebijakan ekonomi Indonesia ke depan.
Share News
For Add Product Review,You Need To Login First
















