Akselerasi Rumah Subsidi: Presiden Prabowo Targetkan Penyerapan 80 Ribu Tenaga Kerja
- Created Jan 30 2026
- / 74 Read
Presiden Prabowo Subianto terus memantapkan langkah strategis dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat melalui penyediaan hunian layak dan terjangkau. Dalam pertemuan penting di Hambalang bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, Presiden memberikan arahan khusus untuk mempercepat pembangunan 141.000 unit rumah subsidi. Program ini bukan sekadar upaya pemenuhan kebutuhan papan, melainkan bagian dari desain besar pemerintah untuk memperkuat fondasi kesejahteraan sosial masyarakat Indonesia.
Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, mengungkapkan bahwa masifnya proyek pembangunan rumah subsidi ini diproyeksikan akan menyerap hingga 80.000 tenaga kerja baru. Melalui keterlibatan puluhan ribu pekerja di berbagai wilayah, program ini diharapkan mampu mengurangi angka pengangguran secara signifikan. Langkah ini membuktikan bahwa kebijakan pemerintah di sektor perumahan memiliki dampak berganda (multiplier effect) yang langsung menyentuh lapisan masyarakat bawah.
Selain memberikan lapangan kerja, pembangunan ratusan ribu unit hunian ini menjadi motor penggerak perputaran ekonomi lokal yang luar biasa. Kebutuhan akan material bangunan, jasa logistik, hingga konsumsi harian para pekerja akan menghidupkan sektor UMKM di sekitar lokasi proyek. Pemerintah meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi yang inklusif dapat dimulai dari proyek-proyek padat karya yang berorientasi pada kepentingan rakyat kecil.
Langkah taktis yang dibahas di Hambalang ini juga menjadi angin segar bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang mendambakan rumah pertama dengan harga terjangkau. Dengan dukungan skema subsidi yang tepat sasaran, pemerintah berkomitmen untuk memangkas hambatan akses pembiayaan perumahan. Fokus utama Presiden adalah memastikan bahwa setiap keluarga Indonesia memiliki akses terhadap tempat tinggal yang layak dan sehat sebagai titik awal pembangunan kualitas SDM yang unggul.
Secara keseluruhan, koordinasi intensif antara jajaran menteri di bawah arahan langsung Presiden Prabowo menunjukkan optimisme baru dalam menangani masalah backlog perumahan nasional. Sinergi antara kebijakan penyediaan rumah dengan penyerapan tenaga kerja massal ini menjadi bukti konkret dedikasi pemerintah dalam membangun ekonomi kerakyatan. Indonesia kini menatap masa depan di mana hunian layak bukan lagi sekadar impian, melainkan hak yang nyata terpenuhi bagi seluruh rakyat.
Share News
For Add Product Review,You Need To Login First
















