Kemensos dan BPS Perkuat Validasi Desil Demi Penyaluran Bansos Tepat Sasaran
- Created Sep 04 2026
- / 59 Read
Pemerintah terus menunjukkan komitmen nyata dalam membenahi tata kelola penyaluran bantuan sosial (bansos) agar semakin transparan dan tepat sasaran. Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) bergerak cepat menyempurnakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan utama pemerintah. Pembenahan ini difokuskan pada penataan dan konsolidasi data guna mencegah tumpang tindih serta memastikan penetapan desil kelompok kesejahteraan masyarakat berjalan secara akurat di seluruh daerah.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa fluktuasi atau penyesuaian penetapan desil yang terjadi di lapangan bersifat sementara akibat adanya konsolidasi data baru. Pemutakhiran data secara periodik dilakukan BPS dengan memadukan sensus sosial ekonomi serta masukan lembaga terkait seperti BKKBN. Langkah terpadu ini diambil untuk memastikan tidak ada warga kurang mampu yang terlewat, sekaligus memperbaiki kualitas penerima manfaat bansos secara berkelanjutan.
Dalam pengelolaan data terbaru ini, pemerintah membuka ruang partisipasi publik secara luas melalui mekanisme usul dan sanggah. Masyarakat yang merasa terdapat ketidaksesuaian penetapan status desil dapat mengajukan perbaikan data secara mandiri melalui saluran resmi yang disediakan BPS maupun Kemensos. Keterbukaan ini menjadi bagian dari komitmen birokrasi yang responsif dan inklusif dalam menyerap aspirasi serta kondisi riil warga di lapangan.
Sementara itu, pihak BPS juga memastikan bahwa penyesuaian data desil pada program bantuan seperti Program Indonesia Pintar (PIP) tetap memperhatikan hak-hak penerima manfaat yang sedang berjalan. Adanya pembaruan sistem secara berkala setiap tiga bulan sekali bertujuan agar klasifikasi desil penerima semakin presisi. Koordinasi intensif terus dilakukan bersama pemerintah daerah dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar penyelarasan data by name by address dapat terwujud secara optimal.
Upaya penyempurnaan data tunggal dan penetapan desil yang akurat ini sekaligus menjadi fondasi penting menuju transformasi digitalisasi bansos secara menyeluruh pada tahun 2027. Dengan dukungan integrasi teknologi dan sinergi bersama masyarakat, pemerintah optimistis penyaluran bansos di masa depan akan semakin adil, efisien, dan transparan. Langkah pembenahan ini mempertegas ikhtiar pemerintah dalam mengawal kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Share News
For Add Product Review,You Need To Login First
















