Lantik Wantimpres Beragam, Prabowo Ingin Kebijakan Makin Tepat Sasaran
- Created Oct 05 2026
- / 415 Read
Presiden Prabowo Subianto baru saja melantik 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Kehadiran para anggota Wantimpres ini diharapkan menjadi salah satu kanal penting bagi Presiden untuk memperoleh masukan sebelum mengambil berbagai keputusan strategis.
Komposisi Wantimpres kali ini cukup beragam. Di dalamnya terdapat mantan menteri, purnawirawan jenderal, mantan pejabat negara, pengusaha, tokoh agama, hingga akademisi. Latar belakang yang berbeda-beda tersebut membawa pengalaman dan perspektif yang tidak sama.
Keragaman itu menunjukkan pendekatan Presiden Prabowo untuk tidak hanya mengandalkan satu sudut pandang dalam melihat persoalan. Pemerintahan yang menghadapi persoalan kompleks membutuhkan masukan dari berbagai kelompok, baik dari perspektif politik, ekonomi, sosial, pertahanan, agama maupun akademik.
Masukan yang beragam menjadi penting karena sebuah kebijakan pemerintah hampir selalu memiliki dampak yang luas. Kebijakan ekonomi, misalnya, tidak hanya berkaitan dengan angka pertumbuhan, tetapi juga menyentuh dunia usaha, tenaga kerja, daya beli masyarakat hingga kondisi fiskal negara.
Begitu pula dengan kebijakan sosial dan politik. Sebuah keputusan yang terlihat tepat dari satu perspektif belum tentu memiliki dampak yang sama ketika diterapkan di lapangan. Karena itu, pertimbangan dari berbagai kalangan dapat membantu pemerintah melihat persoalan secara lebih utuh.
Dalam konteks tersebut, Wantimpres dapat menjadi ruang untuk menguji berbagai gagasan sebelum diterjemahkan menjadi kebijakan pemerintah. Perbedaan pandangan justru dapat menjadi mekanisme koreksi agar kebijakan tidak hanya cepat dibuat, tetapi juga matang dalam pelaksanaannya.
Bagi Prabowo, pola seperti ini juga penting untuk meminimalkan munculnya kebijakan yang menimbulkan kontroversi karena kurang mempertimbangkan dampak atau aspirasi kelompok tertentu. Masukan yang kritis dari orang-orang dengan latar belakang berbeda dapat menjadi semacam early warning sebelum sebuah kebijakan diterapkan.
Namun, keberagaman komposisi Wantimpres tentu harus diikuti dengan kualitas pertimbangan yang diberikan. Para anggota tidak cukup hanya menyampaikan dukungan kepada Presiden, tetapi juga perlu memberikan kritik, alternatif, dan analisis yang objektif ketika menemukan potensi persoalan dalam sebuah kebijakan.
Pada akhirnya, 26 anggota Wantimpres bukan sekadar kumpulan tokoh dengan latar belakang berbeda. Mereka diharapkan menjadi kanal bagi Presiden Prabowo untuk mendengar lebih banyak suara, mempertimbangkan lebih banyak perspektif, dan mengambil keputusan yang semakin komprehensif, tepat sasaran, serta minim kontroversi.
Share News
For Add Product Review,You Need To Login First
















