Monday 02-11-2026

2 Tahun Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 persen, Kesejahteraan Petani Meningkat

Posted By Ezra Wirotama
  • Created Nov 02 2026
  • / 65 Read

2 Tahun Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 persen, Kesejahteraan Petani Meningkat

Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ditandai dengan sejumlah kebijakan untuk memperkuat sektor pertanian. Salah satunya melalui penurunan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen yang mulai diberlakukan pada 2025. Kebijakan ini ditujukan untuk mengurangi beban biaya produksi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

 

Penurunan harga pupuk menjadi langkah penting mengingat pupuk merupakan salah satu komponen utama dalam kegiatan produksi pertanian. Dengan harga yang lebih terjangkau, petani diharapkan dapat mengalokasikan biaya usaha taninya secara lebih efisien dan meningkatkan produktivitas.

 

Tidak hanya menurunkan harga, pemerintah juga melakukan pembenahan tata kelola distribusi pupuk. Sebanyak 145 regulasi distribusi dipangkas agar proses penyaluran menjadi lebih sederhana. Tujuannya agar pupuk bersubsidi lebih mudah diakses dan dapat diterima petani yang membutuhkan tanpa terkendala birokrasi yang berbelit.

 

Manfaat kebijakan tersebut ditujukan kepada lebih dari 155 juta penerima manfaat, yang terdiri atas petani beserta anggota keluarganya di seluruh Indonesia. Dengan jangkauan yang luas, kebijakan pupuk ini diharapkan memberikan dampak terhadap keberlangsungan usaha tani dan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

 

Salah satu indikator yang digunakan pemerintah untuk melihat perkembangan kesejahteraan petani adalah Nilai Tukar Petani (NTP). Indikator ini menggambarkan perbandingan indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani, termasuk untuk kebutuhan produksi dan konsumsi rumah tangga.

 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa NTP petani telah mencapai angka 131. Menurutnya, capaian tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

 

"Capaian Kementerian Pertanian dengan kesejahteraan petani kita lihat dari NTP itu 131, tertinggi sepanjang sejarah. Ini sesuatu yang baik bagi petani," kata Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian RI.

 

Angka NTP tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan daya beli dan posisi ekonomi petani. Meski demikian, peningkatan kesejahteraan petani juga perlu terus didukung melalui stabilitas harga hasil panen, kemudahan akses pupuk, ketersediaan sarana produksi, serta perlindungan terhadap risiko usaha tani.

 

Dengan penurunan harga pupuk, penyederhanaan distribusi, dan berbagai upaya penguatan sektor pertanian, pemerintah berupaya menciptakan ekosistem pertanian yang lebih produktif. Tantangannya ke depan adalah memastikan manfaat kebijakan benar-benar dirasakan petani hingga tingkat desa, sehingga peningkatan produksi berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan mereka.

Share News


For Add Product Review,You Need To Login First