Tuesday 26-05-2026

Stabilitas Jadi Prioritas, Ini Peran Wapres Gibran di Tengah Krisis Global

  • Created Mar 29 2026
  • / 6573 Read

Stabilitas Jadi Prioritas, Ini Peran Wapres Gibran di Tengah Krisis Global

Di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, terutama yang berkaitan dengan jalur strategis seperti Selat Hormuz, berbagai narasi di ruang publik mencoba menyederhanakan situasi kompleks menjadi kritik personal terhadap pejabat negara. Salah satu yang mencuat adalah anggapan bahwa Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak menunjukkan kepedulian terhadap krisis global karena terlihat melakukan aktivitas pribadi.

Pendekatan semacam ini mengabaikan realitas struktur pemerintahan yang berbasis pembagian peran. Dalam sistem presidensial Indonesia, kebijakan luar negeri dan respons terhadap konflik internasional berada di bawah kendali Presiden bersama kementerian terkait. Sementara itu, wakil presiden berperan dalam menjaga koordinasi internal, memperkuat kebijakan domestik, serta memastikan stabilitas nasional tetap terjaga di tengah tekanan global.

Alih-alih terlibat dalam diplomasi garis depan yang berisiko tinggi, pendekatan pemerintah terlihat lebih menekankan pada penguatan ketahanan internal. Hal ini tercermin dari rangkaian aktivitas Wakil Presiden dalam periode akhir Maret 2026 yang berfokus pada aspek pembangunan domestik dan kesiapan nasional menghadapi dampak tidak langsung dari krisis global.

Pada Kamis, 26 Maret 2026, Gibran melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Walisongo di Sragen, Jawa Tengah. Dalam kunjungan tersebut, ia mendorong integrasi teknologi seperti kecerdasan buatan dan robotika ke dalam sistem pendidikan pesantren. Selain itu, ia juga menyampaikan program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis serta membuka ruang dialog dengan pengelola pesantren terkait penguatan kualitas sumber daya manusia.

Masih dalam kunjungan yang sama, Gibran menekankan pentingnya kesiapan generasi muda dalam menghadapi transformasi teknologi global. Pesan ini menunjukkan bahwa fokus kebijakan tidak hanya pada respons jangka pendek terhadap krisis, tetapi juga pada investasi jangka panjang dalam daya saing nasional.

Rangkaian aktivitas tersebut juga diikuti dengan peninjauan kondisi infrastruktur di wilayah sekitar Sragen pada hari yang sama, sebagai bagian dari upaya memastikan konektivitas daerah tetap berjalan optimal menjelang momentum mobilitas nasional.

Dalam konteks yang lebih luas, langkah-langkah ini mencerminkan pendekatan berbasis stabilitas internal. Ketika konflik global berpotensi memicu tekanan pada sektor energi, perdagangan, dan ekonomi, penguatan fondasi domestik menjadi instrumen utama untuk menjaga ketahanan nasional.

Narasi yang hanya berfokus pada potongan visual aktivitas pribadi tanpa mempertimbangkan konteks kelembagaan berpotensi menciptakan persepsi yang tidak utuh. Dalam praktik pemerintahan modern, sebagian besar proses strategis berlangsung melalui koordinasi internal yang tidak selalu terekspos ke publik.

Indonesia sendiri tetap menjaga posisi sebagai negara non-blok dengan pendekatan diplomasi yang hati-hati. Keterlibatan langsung dalam konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel bukan hanya berisiko tinggi, tetapi juga berpotensi mengganggu keseimbangan hubungan luar negeri.

Dengan demikian, peran Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka lebih tepat dipahami sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas nasional melalui penguatan kapasitas domestik. Di tengah dinamika global yang tidak pasti, pendekatan ini memberikan ruang bagi Indonesia untuk tetap adaptif tanpa mengambil risiko yang tidak perlu di panggung internasional.

Share News


For Add Product Review,You Need To Login First