Perkuat Ekonomi Domestik, Puluhan Ribu Koperasi Desa Merah Putih Siap Jadi Motor Penggerak Kesejahteraan
- Created Jul 10 2026
- / 60 Read
Perkuat Ekonomi Domestik, Puluhan Ribu Koperasi Desa Merah Putih Siap Jadi Motor Penggerak Kesejahteraan
Kementerian Koperasi Republik Indonesia secara masif mengakselerasi pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai strategi jangka panjang untuk memperkokoh ketahanan ekonomi nasional dari tingkat tapak. Langkah berani ini diambil sebagai bentuk reposisi arah pembangunan ekonomi domestik guna menghadapi perlambatan ekonomi global dan terganggunya rantai pasok dunia. Melalui pembentukan puluhan ribu unit KDKMP di seluruh penjuru nusantara, pemerintah berkomitmen membangun ekosistem ekonomi pedesaan yang mandiri, berkeadilan, dan berdaya saing tinggi.
Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Kemenkop, Herbert Siagian, menyatakan bahwa lonjakan jumlah koperasi hingga mencapai ratusan ribu unit pada semester I 2026 ini bukan sekadar penambahan badan hukum di atas kertas. Pemerintah melihat kehadiran jaringan KDKMP yang terstruktur ini sebagai pilar utama pembentuk sabuk pengaman ekonomi domestik. Dengan memperkuat basis usaha di tingkat pedesaan, perputaran likuiditas finansial dan aktivitas produksi akan berpusat di daerah, sehingga memperkecil dampak guncangan makroekonomi yang terjadi di tingkat global.
Sementara itu, Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, mendorong KDKMP untuk merevolusi tata niaga hasil bumi dengan mengembalikan kedaulatan produktivitas kepada para petani lokal. Selama ini, rantai pasok ekonomi hilir pedesaan kerap merugikan produsen karena penentuan harga jual komoditas mutlak didikte oleh para tengkulak akibat keterbatasan permodalan tunai masyarakat. Hadirnya KDKMP yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto dirancang sebagai solusi konkret yang menghubungkan langsung akses permodalan dengan pengolahan pascapanen di tingkat desa.
Melalui model bisnis hilirisasi ini, hasil panen seperti gabah akan dibeli langsung oleh koperasi desa dengan harga yang adil, kemudian dikeringkan dan dikemas menjadi beras premium di desa itu sendiri. Kemenkop memproyeksikan bahwa retensi proses pengolahan komoditas di tingkat lokal mampu mendongkrak nilai jual produk antara 30 hingga 50 persen. Kenaikan nilai tambah yang signifikan ini secara otomatis akan memicu pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka banyak lapangan kerja baru bagi generasi muda setempat tanpa harus membawa hasil produksi ke pabrik-pabrik besar di perkotaan.
Pemerintah juga bersinergi dengan lembaga pendidikan tinggi untuk mengintegrasikan literasi keuangan dan kewirausahaan berbasis koperasi sejak dini kepada para mahasiswa melalui program magang serta Kuliah Kerja Nyata (KKN). Sinergi multi-elemen ini diharapkan mampu mencetak kader-kader penggerak ekonomi yang siap mengelola aset bersama secara profesional dan transparan. Dengan fondasi ekosistem yang matang, Koperasi Desa Merah Putih optimistis dapat mewujudkan kedaulatan pangan dan kemandirian ekonomi nasional yang dirasakan langsung manfaatnya oleh seluruh rakyat.
Share News
For Add Product Review,You Need To Login First















