MBG Bukan Asal Program, Ada Hasil Risetnya
- Created Apr 12 2026
- / 1024 Read
Program Makan Bergizi Gratis atau MBG sering dipandang hanya sebagai kebijakan bagi-bagi makanan. Padahal, kalau dilihat lebih dalam, program ini punya tujuan yang jauh lebih besar. Sejak mulai dijalankan secara bertahap pada 6 Januari 2025 melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), MBG memang dirancang bukan hanya untuk membantu pemenuhan gizi peserta didik, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, tetapi juga untuk mendorong edukasi gizi dan pemberdayaan ekonomi lokal melalui keterlibatan petani, nelayan, UMKM, serta tenaga kerja setempat. Artinya, sejak awal MBG sudah diposisikan sebagai program sosial yang punya dampak berlapis, bukan sekadar agenda seremonial.
Kekuatan argumen itu makin terlihat dari hasil riset FISIP Universitas Indonesia yang dipaparkan pada Maret 2026. Penelitian dari Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI tersebut secara khusus mengkaji dampak MBG terhadap pendapatan dan pengeluaran keluarga di Jakarta Timur, Depok, dan Tangerang Selatan. Riset ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah, observasi, dan studi dokumen. Jadi, yang dibahas bukan sekadar opini atau asumsi, melainkan temuan lapangan yang mencoba melihat bagaimana MBG memengaruhi kehidupan rumah tangga penerima manfaat maupun ekosistem ekonomi di sekitarnya.
Salah satu temuan paling menarik dari riset tersebut adalah dampak ekonominya di tingkat lokal. FISIP UI mencatat bahwa satu SPPG mampu menggerakkan dana hingga Rp10–12 miliar per tahun. Dari jumlah itu, sekitar 85 persen anggaran digunakan untuk membeli bahan baku dari petani lokal. Tidak berhenti di situ, setiap SPPG juga mempekerjakan sekitar 50 orang dan melibatkan puluhan petani serta pemasok. Bahkan, para relawan yang terlibat disebut memperoleh penghasilan harian sekitar Rp100 ribu hingga Rp125 ribu, angka yang cukup berarti terutama bagi mereka yang sebelumnya tidak memiliki sumber pendapatan tetap. Dari sini terlihat bahwa MBG bukan hanya masuk ke ruang kelas, tetapi juga mengalir ke dapur, pasar, lahan pertanian, hingga pendapatan warga sehari-hari.
Riset yang sama juga menunjukkan bahwa manfaat MBG terasa di sisi pengeluaran rumah tangga, terutama bagi keluarga miskin dan rentan miskin. Kebutuhan makan anak di sekolah yang mulai terbantu lewat program ini membuat sebagian keluarga merasakan penurunan beban pengeluaran untuk pangan. Dalam bahasa yang sederhana, uang yang sebelumnya harus dipakai penuh untuk bekal dan kebutuhan makan anak bisa sedikit lebih longgar untuk kebutuhan lain. Memang, tidak semua orang tua merasakan perubahan besar karena ada yang tetap memasak seperti biasa di rumah. Namun secara umum, hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa MBG dapat berfungsi sebagai bantalan ekonomi keluarga, terutama di kelompok yang paling membutuhkan. Bahkan BGN juga menegaskan bahwa MBG dirancang untuk menekan beban ekonomi keluarga dan mengurangi ketimpangan antarwilayah.
Yang membuat MBG layak dibicarakan lebih serius adalah karena dampaknya tidak berhenti pada urusan makan hari ini. FISIP UI menilai bahwa dalam jangka panjang, asupan nutrisi yang lebih baik berpotensi mendukung pertumbuhan fisik anak, perkembangan kognitif, kesehatan, dan partisipasi pendidikan. Dengan kata lain, program ini menyentuh fondasi kualitas sumber daya manusia. Tentu, riset itu juga memberi catatan penting, seperti perlunya penyesuaian menu, pelibatan aspirasi anak, perbaikan sarana makan yang higienis, dan prioritas sasaran yang lebih tajam di wilayah miskin. Namun justru di situ letak nilai pentingnya: MBG bukan program yang harus dipuji tanpa kritik, melainkan program yang punya dasar tujuan jelas, dampak nyata, dan ruang perbaikan yang terbuka. Karena itu, narasi yang paling adil bukanlah menyebut MBG sebagai program asal jalan, melainkan mengakui bahwa program ini sudah menunjukkan hasil riset yang layak dijadikan pijakan untuk diperkuat, disempurnakan, dan dijaga keberlanjutannya.
Share News
For Add Product Review,You Need To Login First

















