Saturday 23-05-2026

BGN Pastikan Program MBG Tetap Lindungi ASI Eksklusif

  • Created May 23 2026
  • / 33 Read

BGN Pastikan Program MBG Tetap Lindungi ASI Eksklusif

Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa pembagian susu formula dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan mengganggu praktik pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif. Penegasan ini disampaikan untuk menjawab kekhawatiran publik, khususnya dari kalangan medis, terkait potensi distribusi susu formula yang dapat memengaruhi pola menyusui pada bayi.

Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menjelaskan bahwa aturan teknis dalam program MBG telah disusun dengan memperhatikan prinsip kesehatan ibu dan anak. Salah satu ketentuan penting yang menjadi perhatian adalah larangan pemberian susu formula kepada bayi usia nol hingga enam bulan, karena pada fase tersebut ASI eksklusif tetap menjadi prioritas utama.

Kebijakan tersebut sejalan dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO yang menekankan pentingnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Dengan demikian, program MBG tidak dimaksudkan untuk menggantikan ASI, melainkan menjadi bagian dari upaya pemenuhan gizi yang tetap memperhatikan standar kesehatan dan tahapan usia anak.

Pernyataan BGN juga menjadi respons terhadap kekhawatiran Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengenai kemungkinan terganggunya praktik menyusui akibat distribusi susu formula. Kekhawatiran tersebut dinilai penting untuk dijawab secara terbuka agar implementasi program tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, program MBG perlu dipahami sebagai kebijakan gizi yang bersifat terukur dan berbasis kebutuhan. Artinya, setiap bentuk intervensi gizi harus mempertimbangkan kelompok sasaran, usia penerima manfaat, serta risiko kesehatan yang mungkin timbul apabila diberikan tanpa aturan yang jelas.

Penegasan BGN bahwa bayi usia nol hingga enam bulan tidak menerima susu formula menunjukkan adanya upaya menjaga keseimbangan antara pemenuhan gizi dan perlindungan ASI eksklusif. Langkah ini penting agar program pemerintah tetap berjalan tanpa mengabaikan prinsip dasar kesehatan bayi, terutama pada masa awal pertumbuhan yang sangat menentukan kualitas kesehatan anak di masa depan.

Dengan adanya klarifikasi tersebut, masyarakat diharapkan dapat melihat program MBG secara lebih proporsional. Pemenuhan gizi anak tetap menjadi agenda penting, namun perlindungan terhadap ASI eksklusif tetap harus ditempatkan sebagai prioritas utama dalam kebijakan kesehatan ibu dan anak.

Tags :

Share News


For Add Product Review,You Need To Login First