Thursday 16-07-2026

Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Koperasi Desa Merah Putih Gandeng BUMDes Siap Jadi Pembeli Hasil Tani dan Penyalur Bansos

Posted By Ezra Wirotama
  • Created Jul 16 2026
  • / 683 Read

Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Koperasi Desa Merah Putih Gandeng BUMDes Siap Jadi Pembeli Hasil Tani dan Penyalur Bansos

Pemerintah Republik Indonesia mengambil langkah besar dalam memperkokoh pilar ekonomi perdesaan melalui penguatan peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dalam rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, pemerintah resmi menetapkan koperasi ini sebagai infrastruktur utama untuk menyalurkan berbagai bantuan sosial serta barang bersubsidi kepada masyarakat. Langkah strategis ini diambil guna memastikan distribusi program-program kerakyatan berjalan lebih efisien, tepat sasaran, dan terintegrasi langsung dengan struktur pemerintahan di tingkat tapak.

 

Selain sebagai penyalur program sosial, KDKMP juga mendapat mandat krusial sebagai off-taker atau pembeli utama hasil panen masyarakat. Apabila harga komoditas pangan unggulan seperti gabah, beras, dan jagung mengalami penurunan di bawah harga acuan yang ditetapkan pemerintah, koperasi akan langsung bergerak menyerap produk pertanian tersebut dengan harga yang adil. Kebijakan ini dirancang sebagai sabuk pengaman ekonomi bagi para petani lokal agar stabilitas pendapatan mereka tetap terjaga sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

 

Untuk memastikan implementasi program berjalan optimal di 75.266 desa di seluruh Indonesia, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menggandeng 10 asosiasi desa sebagai mitra strategis. Kolaborasi yang melibatkan asosiasi kepala desa, perangkat desa, hingga Badan Permusyawaratan Desa (BPD) ini dibentuk untuk mengawal pelaksanaan Asta Cita keenam dalam membangun kemandirian ekonomi dari pinggiran. Sinergi lintas elemen ini juga difokuskan pada pengembangan potensi desa tematik, mulai dari sektor pertanian, perikanan, hingga perkebunan yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah masing-masing.

 

Mendes PDT Yandri Susanto menegaskan bahwa kehadiran Koperasi Desa Merah Putih tidak akan menjadi pesaing atau berbenturan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang sudah berjalan. Kedua lembaga ekonomi tersebut justru didesain untuk saling melengkapi dan memperkuat rantai pasok dari sektor hulu ke hilir di perdesaan. BUMDes yang mengelola produktivitas lokal akan disokong oleh KDKMP sebagai wadah pengepul dan penghubung jaringan pasar yang lebih luas, termasuk menjadi penyuplai utama untuk program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

 

Pemerintah juga menerapkan skema pembagian hasil usaha yang sangat berpihak pada kemajuan daerah, di mana 20 persen keuntungan koperasi akan dialokasikan sebagai Pendapatan Asli Desa (PADes), sementara 80 persen sisanya dikembalikan untuk kesejahteraan masyarakat. Transparansi dan akuntabilitas tata kelola operasional ini dipaparkan secara detail dalam Seminar Nasional Koperasi Desa Merah Putih di Taman Mini Indonesia Indah. Melalui keterbukaan informasi dan komitmen super tim yang solid, model pengelolaan ekonomi kerakyatan ini optimis mampu membawa lompatan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

Share News


For Add Product Review,You Need To Login First