Wednesday 29-07-2026

Hadapi Musim Kemarau, Kementerian PU Pastikan Bendungan Karian Tetap Penuhi Kebutuhan Air Masyarakat

  • Created Jul 29 2026
  • / 95 Read

Hadapi Musim Kemarau, Kementerian PU Pastikan Bendungan Karian Tetap Penuhi Kebutuhan Air Masyarakat

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan ketersediaan air di Bendungan Karian, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan air baku masyarakat serta mendukung suplai air irigasi ke Daerah Irigasi (D.I.) Ciujung selama musim kemarau.

 

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pengelolaan sumber daya air harus mampu menjamin ketersediaan air bagi masyarakat sepanjang tahun, terutama pada periode musim kemarau.

 

"Kementerian PU terus mengoptimalkan operasi bendungan dan infrastruktur sumber daya air agar kebutuhan air baku, irigasi, dan pengendalian banjir tetap terjaga. Dengan pengelolaan yang optimal, kami memastikan pasokan air bagi masyarakat tetap aman dan berkelanjutan," kata Menteri Dody.

 

Bendungan Karian melepaskan debit air sebesar 24 m3/detik sebagai suplesi irigasi dari intake Bendungan Karian menuju Bendung Gerak Pamarayan Baru untuk melayani D.I. Ciujung. Dengan kondisi tersebut, kebutuhan air bagi lahan pertanian di wilayah layanan tetap dapat terpenuhi.

 

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3) Dedi Yudha Lesmana mengatakan dinamika tampungan air Bendungan Karian yang mengalami penurunan elevasi muka air sehingga sebagian area daratan lama kembali terlihat merupakan kondisi yang wajar pada musim kemarau dan tidak mengganggu fungsi bendungan sebagai penyedia air baku, layanan irigasi, maupun pengendali banjir.

 

"Tampungan Bendungan Karian masih aman untuk memenuhi kebutuhan air baku maupun irigasi. Penurunan muka air sekitar 80 sentimeter dari elevasi normal merupakan kondisi yang lazim terjadi pada musim kemarau dan masih berada dalam batas aman operasi waduk," kata Dedi.

 

Terkait munculnya kembali bangunan lama di area genangan, Dedi menjelaskan bahwa bangunan tersebut merupakan bekas permukiman di Desa Sukarame dan Desa Sukajaya, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak. Lokasinya berada di bagian hulu bendungan pada elevasi di atas +64,50 meter dan berjarak sekitar 16 kilometer dari as bendungan. Sehingga meskipun muka air waduk berada pada elevasi normal, sebagian lahan maupun bangunan tersebut akan kembali terlihat ketika muka air mengalami penurunan karena memang hanya tergenang sebagian.

 

Seluruh lahan pada area genangan Bendungan Karian telah dibebaskan sesuai ketentuan pada saat pembangunan bendungan. Namun, pekerjaan konstruksi hanya melakukan pembersihan vegetasi (clearing), sementara tidak seluruh bangunan eksisting dibongkar (demolition). Kondisi tersebut menyebabkan sisa bangunan dapat kembali terlihat ketika muka air waduk surut secara alami pada musim kemarau.

 

BBWS C3 memastikan akan terus melakukan pemantauan kondisi hidrologi serta mengoperasikan Bendungan Karian sesuai pola operasi waduk yang telah ditetapkan agar kondisi tampungan air tetap dapat memenuhi kebutuhan air masyarakat selama musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung hingga Agustus mendatang.

 

Pengelolaan Bendungan Karian yang tetap optimal selama musim kemarau ini merupakan implementasi nyata semangat PU608, ketersediaan air baku bagi masyarakat serta layanan irigasi bagi lahan pertanian yang tetap terjaga menunjukkan bahwa infrastruktur Kementerian PU tidak hanya dibangun sebagai aset fisik, tetapi juga menjadi instrumen untuk menjaga ketahanan pangan, mendukung aktivitas ekonomi, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tengah tantangan perubahan iklim.

Share News


For Add Product Review,You Need To Login First