Menteri Dody Tinjau Pembangunan Sabo Dam di Sungai Aek Sigala-gala, Percepat Penanganan Pascabanjir
- Created Jul 29 2026
- / 91 Read
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo meninjau langsung pembangunan pengendalian banjir di kawasan Sungai Aek Sigala-gala, yang merupakan anak Sungai Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Rabu (29/7/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana berjalan sesuai target.
Dalam peninjauan itu, Menteri Dody menjelaskan bahwa persoalan Sungai Aek Sigala-gala sebelumnya belum teridentifikasi sebagai bagian dari kawasan yang memerlukan penanganan khusus, meskipun hulunya terhubung dengan Sungai Tukka yang merupakan sungai nasional.
“Sungai Aek Sigala-gala punya provinsi. Jadi begitu kemarin ada banjir, kemudian saya diinfokan oleh Kepala Balai, saya bilang ya sudah dikerjakan saja. Memang harus ada diskresi khusus dari menteri karena itu bukan sungai nasional,” kata Menteri Dody.
Menteri Dody mengatakan pemerintah kini mulai melakukan pembenahan pada saluran sungai agar aliran air lebih lancar dan mampu mengurangi risiko banjir di masa mendatang.
“Sekarang kita mulai kerja dari sini, sudah dibuka salurannya. Nanti kita tinggikan supaya gorong-gorongnya lebih besar. Sama seperti di Tukka, kita bikin gorong-gorong besar. Sehingga kalau pun air turun dari sana, bisa lebih lancar masuk ke Sungai Sigala-gala,” ujarnya.
Selain itu, Kementerian PU juga mempercepat pembangunan Sabo Dam sebagai upaya menahan material sedimen yang terbawa arus banjir. Menurut Menteri Dody, proses pembangunan sempat terkendala cuaca karena hujan kembali turun saat pekerjaan berlangsung.
“Sebetulnya bukan lambat, karena kita bikin sementara terus hujan turun lagi dan banjir turun lagi, kesapu lagi. Jadi tadi saya minta yang dipercepat itu pekerjaan Sabo Dam aja,” jelasnya.
Sebelumnya, Sungai Aek Sigala-gala dilanda banjir pada 17 Juli 2026 akibat tingginya intensitas hujan. Besarnya debit air menyebabkan luapan melewati tanggul sungai yang memiliki ketinggian sekitar empat meter. Arus yang deras kemudian menggerus badan tanggul hingga akhirnya jebol dan memicu banjir di wilayah sekitar.
Menteri Dody berharap percepatan pembangunan infrastruktur pengendali banjir, termasuk Sabo Dam dan peningkatan kapasitas saluran sungai, dapat memperkuat sistem mitigasi bencana serta mengurangi risiko banjir dan endapan lumpur pada musim hujan mendatang.
Percepatan penanganan pasca bencanamerupakan bagian dari komitmen Kementerian PU dalam memperkuat mitigasi bencana dan mempercepat pemulihan wilayah terdampak, sejalan dengan semangat PU 608 yang mengedepankan respons cepat, perlindungan masyarakat, dan pembangunan infrastruktur yang tangguh.
Share News
For Add Product Review,You Need To Login First
















