Pemerintah Perkuat Kualitas Buku Ajar dari Materi hingga Daya Tahan
- Created Aug 13 2026
- / 930 Read
Pembaruan buku ajar nasional mulai diarahkan pada peningkatan kualitas materi, kenyamanan membaca, dan daya tahan buku yang digunakan siswa dari jenjang SD hingga SMA. Pada 7 Agustus 2026, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa perhatian Presiden Prabowo Subianto berawal setelah Presiden meninjau langsung buku yang digunakan siswa di sejumlah sekolah dan menemukan beberapa buku mudah rusak serta memiliki ukuran tulisan yang kurang nyaman, terutama bagi anak SD.
Evaluasi yang disiapkan pemerintah juga tidak berhenti pada tampilan fisik. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan perhatian diberikan pada penguatan karakter kebangsaan, pembelajaran sains dan teknologi termasuk matematika, serta kemampuan bahasa asing seperti bahasa Inggris. Pemerintah juga membandingkan buku yang digunakan di Indonesia dengan buku ajar negara lain sebagai bagian dari evaluasi kualitas. Buku yang lebih baik diharapkan memiliki tulisan lebih nyaman dibaca, tampilan menarik, serta bahan yang cukup awet sehingga dapat digunakan lebih lama.
Masukan akademisi turut membuka ruang agar proses tersebut semakin komprehensif. Pengamat pendidikan Universitas Muhammadiyah Surabaya Radius Setiyawan pada 9 Agustus 2026 mengapresiasi langkah peningkatan kualitas buku, sekaligus mengingatkan pentingnya memperhatikan akurasi pengetahuan, keadilan representasi, dan kemampuan buku membangun daya kritis siswa. Ia juga mendorong keterlibatan akademisi, guru, peneliti, praktisi pendidikan, serta kelompok masyarakat dalam proses evaluasi buku teks.
Di sisi tata kelola, pengadaan buku sekolah telah memiliki mekanisme tersendiri. Kemendikdasmen sebelumnya menegaskan bahwa penyediaan buku pendidikan menggunakan mekanisme pengadaan elektronik, termasuk melalui e-Katalog, dan buku yang diadakan harus memenuhi ketentuan kelayakan dari sisi isi, bahasa, desain, serta grafika. Perwakilan Pusat Perbukuan Robertus Krisnanda Sudartoko juga menekankan agar sekolah memilih buku melalui kategori resmi agar kualitas dan proses pengadaannya dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, bergeraknya kembali PT Kertas Nusantara di Mangkajang, Sambaliung, Kabupaten Berau merupakan perkembangan tersendiri di sektor industri daerah. Kepala Disnakertrans Berau Anang Saprani pada 28 Mei 2026 mengatakan perusahaan memanggil kembali sejumlah mantan pekerja yang memiliki keterampilan dan sertifikasi serta mendorong pengembangan pelatihan bagi tenaga kerja lokal. Profil perusahaan sendiri menyebut kegiatan utamanya sebagai industri pulp dengan kapasitas terpasang sekitar 525.000 air-dried metric ton per tahun. Dengan demikian, peningkatan kualitas buku ajar tetap perlu ditempatkan dalam kerangka kebutuhan pembelajaran, standar perbukuan, serta tata kelola pengadaan yang transparan dan terukur.
Share News
For Add Product Review,You Need To Login First
















