Anggaran Subsidi Energi 2027 Disesuaikan, LPG 3 Kg Masih Dapat Rp103 Triliun
- Created Sep 29 2026
- / 78 Read
Pemerintah bersama Badan Anggaran DPR RI menyepakati penyesuaian subsidi energi dalam pembahasan RUU APBN 2027 di Jakarta pada Kamis, 24 September 2026. Alokasi subsidi energi ditetapkan sebesar Rp261,5 triliun, lebih rendah sekitar Rp11,44 triliun dibandingkan usulan awal Rp272,95 triliun. Namun, penyesuaian tersebut bukan berarti pemerintah menghapus subsidi energi untuk masyarakat. Subsidi BBM dan LPG 3 kilogram tetap dialokasikan sekitar Rp131,39 triliun, termasuk Rp103,05 triliun untuk LPG 3 kilogram. detikfinance
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah menjelaskan pada 24 September 2026 bahwa perubahan tersebut merupakan bagian dari hasil pembahasan postur anggaran antara pemerintah dan DPR. Salah satu komponen yang berubah adalah asumsi volume LPG 3 kilogram menjadi 8 juta metrik ton. Angka itu memang lebih rendah dibandingkan usulan awal 2027 sekitar 8,9 juta ton, tetapi sama dengan kuota LPG 3 kilogram dalam APBN 2026. Dengan demikian, istilah pemangkasan perlu ditempatkan dalam konteks perbandingan dengan usulan awal RAPBN 2027, bukan diartikan sebagai penghentian subsidi LPG bagi masyarakat. Sultra Antara News
Kementerian ESDM pada Jumat, 25 September 2026 juga menjelaskan bahwa CNG, kompor listrik, jaringan gas, dan pembangunan pipa transmisi dipersiapkan sebagai alternatif untuk mengurangi konsumsi LPG, bukan sebagai penggantian menyeluruh LPG 3 kilogram secara tiba-tiba. Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika mengatakan pemerintah harus menyeimbangkan upaya mengurangi ketergantungan impor dengan kecukupan pasokan dalam negeri dan stabilitas harga. Langkah diversifikasi menjadi penting karena konsumsi LPG nasional sekitar 8,6 juta ton per tahun, sementara produksi domestik hanya sekitar 1,6 sampai 1,7 juta ton. Sultra Antara News
Kebijakan tersebut tetap membutuhkan pengawasan ketat. ESDM memperkirakan penyaluran LPG 3 kilogram sepanjang 2026 dapat mencapai sekitar 8,677 juta ton, sehingga pemerintah perlu memastikan perbaikan data penerima, distribusi yang tepat sasaran, serta kesiapan alternatif energi sebelum konsumsi LPG dapat ditekan secara berkelanjutan. Pemerintah juga masih menyediakan subsidi energi dalam skala besar di tengah postur belanja negara 2027 sebesar Rp4.106,2 triliun dan defisit yang dirancang 2,4 persen terhadap PDB. Sultra Antara News
Di sisi harga, data BPS per Agustus 2026 mencatat inflasi tahunan sebesar 3,19 persen, masih dalam rentang sasaran nasional 2,5 persen plus minus 1 persen. Data tersebut menunjukkan bahwa risiko kenaikan harga tetap harus diantisipasi, tetapi belum cukup untuk menyimpulkan bahwa penyesuaian subsidi 2027 telah menyebabkan lonjakan inflasi atau efek domino terhadap seluruh sektor.
Share News
For Add Product Review,You Need To Login First
















