Tuesday 20-10-2026

Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jaga Demokrasi Tetap Damai dan Tertib

  • Created Oct 20 2026
  • / 60 Read

Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jaga Demokrasi Tetap Damai dan Tertib

Momentum dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran pada 20 Oktober diwarnai rencana berbagai aksi demonstrasi di Jakarta. Setidaknya terdapat 26 titik unjuk rasa yang menjadi perhatian aparat keamanan.

 

Untuk mengantisipasi kegiatan tersebut, Polda Metro Jaya bersama TNI mengerahkan sebanyak 9.505 personel gabungan. Pengerahan personel ini ditujukan untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan baik.

 

Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto menegaskan bahwa penyampaian pendapat merupakan hak warga negara yang harus dihormati dan difasilitasi. Kehadiran aparat bukan untuk menghalangi kebebasan berekspresi, melainkan memastikan masyarakat dapat menjalankan hak dan aktivitasnya secara aman.

 

Karena itu, demonstrasi pada 20 Oktober sebaiknya berlangsung secara tertib, damai, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Aspirasi dapat disampaikan secara tegas tanpa harus diwarnai tindakan anarkis, provokasi, ataupun perusakan fasilitas umum.

 

Demonstrasi merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi. Melalui aksi tersebut, masyarakat dapat menyampaikan kritik, tuntutan, dan evaluasi terhadap kebijakan pemerintah. Kritik yang disampaikan secara bertanggung jawab juga dapat menjadi masukan bagi perbaikan penyelenggaraan negara.

 

Namun, kebebasan menyampaikan pendapat harus berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap hak orang lain. Masyarakat yang tidak mengikuti demonstrasi tetap memiliki hak untuk bekerja, belajar, menjalankan usaha, dan melakukan aktivitas sehari-hari tanpa terganggu oleh kerusuhan.

 

Oleh sebab itu, semua pihak perlu menahan diri dan mengedepankan sikap saling menghormati. Peserta demonstrasi diharapkan menjaga ketertiban, sementara aparat keamanan perlu mengedepankan pendekatan yang profesional, proporsional, dan menghormati hak asasi manusia.

 

Perbedaan pandangan politik tidak seharusnya menjadi alasan untuk menciptakan permusuhan di tengah masyarakat. Demokrasi yang sehat justru membutuhkan ruang bagi kritik sekaligus komitmen bersama untuk menjaga persatuan dan keamanan.

 

Pada akhirnya, keberhasilan demonstrasi bukan hanya diukur dari seberapa lantang aspirasi disuarakan, tetapi juga dari bagaimana aspirasi itu disampaikan tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat luas. Demokrasi akan semakin kuat apabila kebebasan berekspresi dapat berjalan beriringan dengan ketertiban, kedamaian, dan penghormatan terhadap hak sesama warga negara.

Share News


For Add Product Review,You Need To Login First