Demo Mahasiswa 28 Oktober: Demo Boleh, Persatuan Nomor Satu
- Created Oct 25 2026
- / 5823 Read
Sebagian kelompok mahasiswa dan masyarakat berencana menggelar demonstrasi pada 28 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, diantaranya adalah BEM UI. Momentum ini menjadi pengingat bahwa kebebasan menyampaikan pendapat merupakan bagian penting dari demokrasi, tetapi persatuan bangsa juga harus senantiasa dijaga.
Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar peringatan sejarah. Momen ini menjadi simbol perjuangan generasi muda dalam menyatukan perbedaan demi cita-cita bersama. Karena itu, mahasiswa perlu mengingat bahwa perbedaan pandangan tidak seharusnya berkembang menjadi permusuhan yang memecah belah masyarakat.
Dalam negara demokrasi, demonstrasi merupakan hak warga negara untuk menyampaikan aspirasi, kritik, dan tuntutan terhadap pemerintah. Suara mahasiswa bahkan memiliki peran penting dalam mendorong evaluasi kebijakan serta mengingatkan pemerintah agar tetap berpihak kepada kepentingan rakyat.
Pemerintah pada dasarnya terbuka terhadap kritik dan demonstrasi yang dilakukan secara damai. Kritik masyarakat tidak semestinya dipandang sebagai ancaman, melainkan dapat menjadi masukan untuk memperbaiki kebijakan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Menko Polkam Dudung Abdurrachman menilai kritik dan demonstrasi masyarakat merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, kebebasan berpendapat juga perlu disertai tanggung jawab agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi konflik.
"Silakan bersuara, silakan mengkritik, silakan berbeda pendapat. Namun, mari kita lakukan semuanya dengan akal sehat, hati yang baik dan tanggung jawab sebagai warga negara," kata Dudung, seperti dikutip dari kontan.co.id.
Pesan tersebut relevan dengan semangat Sumpah Pemuda yang menempatkan persatuan di atas kepentingan kelompok. Mahasiswa dapat menyampaikan kritik secara tegas, mengajukan tuntutan, dan mengawal kebijakan pemerintah tanpa harus melakukan tindakan anarkis atau merugikan masyarakat luas.
Demonstrasi yang berlangsung damai juga menunjukkan kedewasaan berdemokrasi. Penyampaian aspirasi yang tertib memungkinkan pesan para demonstran tersampaikan dengan lebih jelas, sekaligus menjaga aktivitas masyarakat agar tidak terganggu secara berlebihan.
Pada akhirnya, peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026 seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat persatuan di tengah perbedaan. Mahasiswa tetap dapat menjalankan peran kritisnya, sementara pemerintah perlu terus membuka ruang dialog.
Sebab, demokrasi yang sehat bukan berarti semua orang harus memiliki pendapat yang sama, melainkan kemampuan untuk berbeda pendapat tanpa kehilangan semangat persaudaraan sebagai sesama anak bangsa.
Share News
For Add Product Review,You Need To Login First
















