Friday 16-01-2026

Program Makan Bergizi Gratis Sukses Sasar 58 Juta Orang dan Tekan Angka Stunting di Jawa Barat

  • Created Jan 13 2026
  • / 11208 Read

Program Makan Bergizi Gratis Sukses Sasar 58 Juta Orang dan Tekan Angka Stunting di Jawa Barat

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto menunjukkan hasil yang sangat impresif sejak awal pelaksanaannya. Hingga saat ini, program tersebut tercatat telah berhasil menjangkau 58 juta penerima manfaat, sebuah angka yang setara dengan sembilan kali lipat jumlah penduduk Singapura. Keberhasilan ini sekaligus mematahkan keraguan berbagai pihak yang sebelumnya pesimistis bahwa program skala nasional ini dapat dijalankan dengan efektif dan tepat sasaran.

 

Presiden Prabowo menjelaskan bahwa pencapaian Indonesia dalam waktu singkat ini merupakan sebuah lompatan besar jika dibandingkan dengan negara lain. Sebagai perbandingan, Brasil membutuhkan waktu sekitar 11 tahun untuk mencapai 41 juta penerima dalam program serupa. Keberhasilan Indonesia melampaui capaian tersebut dalam waktu yang lebih singkat membuktikan keseriusan pemerintah dalam mempercepat peningkatan kualitas gizi masyarakat di seluruh pelosok negeri.

 

Dampak nyata dari program ini mulai dirasakan di berbagai daerah, terutama dalam upaya intervensi gizi kronis. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN, Wihaji, menyatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu faktor kunci yang mendorong penurunan angka stunting di wilayah Jawa Barat. Kehadiran asupan nutrisi yang terjamin melalui program ini memberikan kontribusi besar bagi kesehatan ibu dan anak, khususnya di wilayah seperti Kabupaten Sukabumi.

 

Pemerintah daerah di Jawa Barat menyambut baik sinergi ini karena membantu mempercepat target zero stunting di tingkat provinsi. Dengan distribusi makanan yang sehat dan bergizi setiap hari, anak-anak di sekolah kini memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik dan fokus belajar yang meningkat. Keberhasilan di Jawa Barat ini diharapkan menjadi prototipe bagi provinsi lain dalam mengintegrasikan program pusat dengan kebutuhan spesifik kesehatan masyarakat di tingkat daerah.

 

Menatap masa depan, Presiden Prabowo telah menetapkan sasaran yang lebih luas dengan menargetkan 82 juta penerima manfaat pada tahun 2026. Perluasan cakupan ini diharapkan tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan melalui pelibatan UMKM lokal dalam penyediaan bahan pangan. Dengan keberlanjutan program ini, pemerintah optimistis mampu melahirkan generasi emas Indonesia yang sehat, cerdas, dan bebas dari ancaman stunting.

Share News


For Add Product Review,You Need To Login First