BGN Pastikan Penanganan Medis dan Investigasi Menyeluruh pada Kasus Keracunan MBG
- Created Jan 16 2026
- / 8 Read
Kasus keracunan yang diduga terkait konsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, mendapat penanganan intensif dari Badan Gizi Nasional bersama pemerintah daerah dan instansi terkait. Berdasarkan data terbaru Pemerintah Provinsi Jawa Timur, jumlah korban tercatat mencapai sekitar 411 orang, terdiri dari pelajar dan santri, dengan mayoritas telah mendapatkan perawatan medis dan dipulangkan setelah kondisinya dinyatakan stabil. Hingga pembaruan terakhir, hanya beberapa siswa yang masih menjalani observasi lanjutan di rumah sakit sebagai langkah kehati-hatian.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan bahwa seluruh korban telah ditangani sesuai prosedur medis dan pemerintah daerah memastikan tidak ada keterlambatan layanan kesehatan. Ia menegaskan bahwa keselamatan anak-anak menjadi prioritas utama dan pemantauan kesehatan tetap dilakukan meskipun sebagian besar korban telah kembali ke rumah. Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan koordinasi aktif antara pemerintah daerah dan BGN dalam penanganan lapangan.
Di sisi investigasi, BGN membentuk tim khusus untuk menelusuri penyebab keracunan, termasuk dengan melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan dan bahan baku yang digunakan oleh dapur penyedia makanan atau SPPG. Sejumlah media melaporkan bahwa operasional dapur terkait dihentikan sementara sambil menunggu hasil pemeriksaan, sebagai bagian dari upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. Langkah ini disebut sebagai prosedur standar ketika terdapat indikasi pelanggaran keamanan pangan.
Perhatian terhadap kasus ini juga datang dari DPR RI, khususnya Komisi IX, yang mendorong pengetatan pengawasan program MBG. Anggota Komisi IX menilai bahwa insiden keracunan menjadi peringatan penting agar pengawasan keamanan pangan diperkuat di seluruh rantai pelaksanaan, mulai dari pengadaan bahan, proses memasak, hingga distribusi ke penerima manfaat. DPR meminta BGN memastikan audit rutin, inspeksi lapangan, serta pengujian laboratorium dilakukan secara konsisten.
BGN menyatakan bahwa hasil investigasi akan diumumkan secara terbuka setelah seluruh data laboratorium dan temuan lapangan terintegrasi. Lembaga ini menegaskan komitmennya untuk menjadikan insiden di Mojokerto sebagai bahan evaluasi menyeluruh guna memperbaiki tata kelola MBG secara nasional. Dengan penguatan standar operasional dan koordinasi lintas lembaga, BGN berharap program MBG tetap berjalan dengan aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan demi tujuan pemenuhan gizi anak-anak Indonesia.
Share News
For Add Product Review,You Need To Login First
















