Kerja Sama Susu dan Daging Indonesia Prancis Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
- Created Jun 01 2026
- / 1129 Read
Pembukaan akses pasar Indonesia bagi produk susu dan daging sapi asal Prancis menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus memperluas sumber pasokan protein berkualitas bagi masyarakat. Kebijakan ini mendapat apresiasi langsung dari Presiden Prancis Emmanuel Macron saat bertemu Presiden Prabowo Subianto di Paris pada Kamis, 28 Mei 2026. Macron menyebut pembukaan pasar Indonesia bagi sektor susu dan daging sapi Prancis sejalan dengan strategi kedaulatan pangan dan peningkatan kualitas pangan rakyat Indonesia.
Dari sisi Indonesia, kerja sama ini penting karena kebutuhan pangan bergizi terus meningkat, terutama di tengah agenda besar pemerintah memperkuat konsumsi protein, memperbaiki kualitas gizi, dan menjaga stabilitas pasokan. Pemerintah juga telah menetapkan kuota impor sapi dan kerbau bakalan 2026 sebanyak 700 ribu ekor yang diperkirakan setara dengan 189,7 ribu ton daging sapi dan kerbau, sebagai bagian dari upaya menjaga stok nasional tetap aman.
Kebijakan membuka akses susu dan daging sapi Prancis tidak dapat dilihat semata sebagai impor, tetapi sebagai diversifikasi sumber pasokan. Dengan menambah mitra dagang dari negara yang memiliki standar peternakan maju, Indonesia memperoleh ruang lebih besar untuk menjaga ketersediaan, mutu, dan stabilitas harga produk pangan hewani. Diversifikasi ini juga penting agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada sedikit negara pemasok, terutama ketika pasar pangan global rentan terganggu oleh cuaca ekstrem, penyakit hewan, konflik geopolitik, dan hambatan logistik.
Kerja sama ini juga memiliki dimensi jangka panjang. Pada 10 Maret 2026, Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone bertemu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan menyatakan kesiapan Prancis berbagi pengalaman serta keahlian untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian Indonesia. Kementerian Pertanian mencatat kerja sama kedua negara mencakup riset pertanian, pelatihan vokasi, sektor peternakan, industri pendukung, teknologi, investasi, dan peningkatan kapasitas SDM.
Karena itu, pembukaan akses pasar ini sebaiknya diposisikan sebagai bagian dari diplomasi pangan yang saling menguntungkan. Indonesia mendapatkan tambahan opsi pasokan susu dan daging berkualitas, sementara Prancis memperoleh akses pasar yang lebih luas. Dalam konteks hubungan bilateral, kerja sama ini memperkuat fondasi ekonomi Indonesia dan Prancis, yang pada 2024 mencatat ekspor Prancis ke Indonesia sekitar €1,07 miliar dan impor dari Indonesia sekitar €2,16 miliar.
Share News
For Add Product Review,You Need To Login First
















