Menkop Targetkan Koperasi Merah Putih Jual Sembako Lebih Murah dan Sediakan Modal Ringan
- Created Jun 12 2026
- / 634 Read
Kementerian Koperasi Republik Indonesia menetapkan langkah berani dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat perdesaan melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa kemampuan untuk menghadirkan barang kebutuhan pokok dan barang bersubsidi dengan harga yang lebih murah daripada harga pasar akan menjadi Indikator Kinerja Utama (Key Performance Indicator/KPI) bagi pengelola koperasi. Langkah strategis ini diambil guna memastikan kehadiran negara dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat akar rumput secara nyata dan berkelanjutan.
Komoditas utama yang mendapatkan perhatian khusus dalam kebijakan intervensi harga ini meliputi barang-barang subsidi pemerintah, seperti LPG 3 kilogram, minyak goreng, beras, hingga pupuk untuk sektor pertanian. Demi mendukung terwujudnya harga jual yang sangat miring tersebut, pemerintah berkomitmen untuk memangkas rantai pasok logistik yang selama ini panjang dan membebani konsumen. Koperasi Merah Putih akan difasilitasi untuk memperoleh pasokan komoditas secara langsung dari pabrikan utama maupun perusahaan pemegang merek (prinsipal) besar, sehingga biaya pengadaan dapat ditekan seminimal mungkin.
Tidak hanya berfokus pada penyediaan sembako murah, Koperasi Merah Putih juga dirancang untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan pembiayaan mikro penopang usaha. Skema permodalan yang disalurkan melalui koperasi ini dipastikan menawarkan suku bunga yang sangat ringan guna meringankan beban para pelaku usaha kecil di desa. Sesuai dengan arahan tegas dari Presiden, batas maksimal bunga pembiayaan mikro ini ditetapkan tidak boleh melebihi angka 6 persen, sehingga para petani, nelayan, dan pengrajin lokal dapat memperoleh modal dengan biaya yang jauh lebih rendah.
Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih ini pun disambut baik oleh para penggerak wilayah sebagai wadah kolaborasi untuk membangkitkan kembali semangat gotong royong warga. Melalui wadah koperasi, masyarakat diajarkan bahwa keberhasilan ekonomi tidak hanya dinikmati oleh individu secara mandiri, melainkan bertransformasi menjadi manfaat bersama yang merata bagi seluruh anggota komunitas. Dengan komitmen warga untuk menggali dan mengelola potensi lokal secara bersama-sama, koperasi ini diyakini menjadi instrumen paling efektif untuk mengubah desa menjadi kawasan yang mandiri, maju, dan sejahtera.
Pemerintah sendiri terus bergerak cepat mempercepat operasionalisasi program ini, di mana pada tahap awal sebanyak 1.061 unit koperasi telah aktif melayani masyarakat di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Momentum positif ini akan terus didorong secara bertahap dengan target ambisius mencapai 40 ribu unit koperasi yang aktif beroperasi pada akhir tahun 2026. Dengan integrasi antara stabilitas harga pangan, kemudahan permodalan, dan kuatnya partisipasi gotong royong warga, Koperasi Merah Putih optimis mampu menggerakkan roda perekonomian nasional langsung dari jantung perdesaan.
Share News
For Add Product Review,You Need To Login First
















