MBG Diperkuat Ahli, Bukan Ruang Kepentingan
- Created Jun 19 2026
- / 33 Read
Narasi mengenai “gurita kepentingan di balik MBG” perlu disikapi secara proporsional agar publik tidak terjebak pada asumsi yang belum tentu sesuai fakta. Program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis pemerintah yang menyangkut pemenuhan gizi masyarakat, sehingga pengelolaannya membutuhkan tata kelola yang kuat, transparan, dan berbasis keilmuan.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional sekaligus Juru Bicara BGN, Agustina Arumsari, menegaskan bahwa BGN memastikan pengisian posisi Dewan Pengarah akan dilakukan dengan melibatkan tokoh dan ahli yang memiliki kompetensi di bidang gizi serta kesehatan masyarakat. Hal ini menjadi langkah penting untuk memastikan arah kebijakan MBG tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga didukung oleh pertimbangan profesional.
Kehadiran Dewan Pengarah yang diisi oleh figur berkompeten diharapkan dapat memberikan masukan berbasis ilmu pengetahuan dalam setiap tahapan pelaksanaan program. Masukan tersebut menjadi penting agar intervensi gizi yang dijalankan pemerintah dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara tepat, terukur, dan sesuai standar kesehatan publik.
Dengan pelibatan ahli, MBG diarahkan menjadi program yang tidak sekadar membagikan makanan, tetapi juga memperhatikan kualitas gizi, keamanan pangan, efektivitas distribusi, serta dampak jangka panjang terhadap kesehatan penerima manfaat. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pemerintah berupaya memperkuat fondasi program melalui keahlian, bukan kepentingan sempit.
Tudingan mengenai adanya kepentingan tertentu di balik MBG juga dapat dijawab melalui penguatan tata kelola dan pengawasan. Dewan Pengarah yang memiliki latar belakang keilmuan diharapkan mampu membantu BGN dalam memberikan arahan, evaluasi, serta rekomendasi agar program berjalan lebih akuntabel dan tepat sasaran.
BGN menempatkan aspek kompetensi sebagai faktor penting dalam mendukung keberhasilan program. Dengan melibatkan tokoh dan ahli di bidang gizi serta kesehatan masyarakat, kebijakan MBG diharapkan semakin kuat karena didukung oleh pengetahuan, pengalaman, dan analisis yang relevan dengan kebutuhan lapangan.
Karena itu, publik perlu melihat MBG secara objektif sebagai program intervensi gizi nasional yang terus diperkuat melalui pembenahan kelembagaan dan pelibatan tenaga ahli. MBG bukan ruang bagi kepentingan tertentu, melainkan upaya negara untuk memastikan pemenuhan gizi masyarakat berjalan lebih baik, ilmiah, dan berpihak pada masa depan generasi Indonesia.
Share News
For Add Product Review,You Need To Login First
















