Lewat Kolaborasi dan Inovasi, Perpusnas Pastikan Program Penguatan Literasi Nasional Tetap Berjalan Optimal
- Created Jul 18 2026
- / 733 Read
Lewat Kolaborasi dan Inovasi, Perpusnas Pastikan Program Penguatan Literasi Nasional Tetap Berjalan Optimal
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menunjukkan dedikasi dan komitmen yang luar biasa dalam menjaga keberlanjutan pembangunan sumber daya manusia di tanah air. Menghadapi tantangan penyesuaian anggaran pada periode tahun 2026, Perpusnas memastikan bahwa roda program penguatan literasi nasional tidak akan berhenti. Melalui strategi manajerial yang adaptif, lembaga pengelola jendela dunia ini fokus mengoptimalkan seluruh potensi internal serta merancang terobosan kreatif agar budaya membaca di tengah masyarakat tetap tumbuh subur.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz mengungkapkan bahwa tingginya antusiasme masyarakat, pegiat literasi, dan pelestari naskah menjadi energi positif utama bagi instansinya. Perpusnas sendiri memiliki rekam jejak yang sangat impresif dalam tata kelola keuangan, terbukti dari realisasi penyerapan anggaran tahun sebelumnya yang sukses mencapai 98,93 persen. Efisiensi dan transparansi penggunaan dana publik tersebut menjadi modal kepercayaan diri bagi Perpusnas untuk terus mempertahankan kualitas layanan prima di tingkat nasional maupun daerah.
Guna menyiasati keterbatasan pembiayaan negara yang berdampak pada pemangkasan sejumlah program fisik dan bantuan buku bacaan, Perpusnas mengambil langkah taktis dengan memperluas jaringan kolaborasi pendanaan. Sinergi strategis dibangun secara masif melibatkan Kementerian Kebudayaan, lembaga filantropi, komunitas pelestari naskah kuno, hingga mitra internasional. Melalui kemitraan gotong royong ini, agenda-agenda krusial seperti preservasi manuskrip dan digitalisasi naskah budaya di berbagai wilayah nusantara, mulai dari Aceh hingga Surakarta, tetap dapat dilaksanakan dengan baik.
Selain perluasan kemitraan, Perpusnas juga meluncurkan inovasi gerakan sosial berupa penguatan pendampingan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) serta pengembangan program Relawan Literasi Masyarakat (Relima). Program Relima ini dirancang untuk menggerakkan partisipasi aktif elemen masyarakat sipil sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam menyebarkan virus membaca hingga ke wilayah pelosok desa dan lembaga pemasyarakatan. Bersama Kementerian PPN/Bappenas, Perpusnas pun melakukan penyesuaian indikator kinerja yang lebih berorientasi pada dampak nyata yang dirasakan langsung oleh publik.
Dedikasi tanpa batas yang ditunjukkan oleh Perpusnas di tengah keterbatasan anggaran ini menuai apresiasi tinggi dari legislatif. Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, memuji kemampuan inovasi Perpusnas yang tetap mampu menjaga mutu pelayanan publik tanpa menurunkan standar operasional sedikit pun. Dukungan penuh dari dewan perwakilan rakyat dipastikan terus mengalir agar penguatan anggaran literasi nasional kembali menjadi skala prioritas utama dalam pembahasan berikutnya demi mewujudkan cita-cita besar mencerdaskan kehidupan bangsa menuju visi Indonesia Emas.
Share News
For Add Product Review,You Need To Login First















