Sunday 02-08-2026

Pompa Air Tenaga Surya Kementerian PU Selamatkan 250 Hektare Sawah di Majalengka dari Ancaman Kekeringan

  • Created Aug 02 2026
  • / 301 Read

Pompa Air Tenaga Surya Kementerian PU Selamatkan 250 Hektare Sawah di Majalengka dari Ancaman Kekeringan

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai mengoperasikan bantuan pompa air bertenaga surya sebagai energi penggerak Pompa Alkon Centrifugal modifikasi sejak 29 Juli 2026 di Desa Leuweunghapit, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Pemanfaatan teknologi ini menjadi langkah cepat untuk menjaga pasokan air irigasi di tengah ancaman musim kemarau panjang dan fenomena El Nino.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari strategi Menteri PU, Dody Hanggodo dalam menyiapkan air kebutuhan irigasi mendukung Swasembada Pangan guna menghadapi ancaman kekeringan akibat musim kemarau panjang atau El Nino.

Menteri Dody mengatakan irigasi berperan penting untuk memberikan kepastian ketersediaan air bagi petani, termasuk pada musim kemarau, sehingga mendukung peningkatan produksi serta efisiensi usaha tani.

“Kehadiran infrastruktur ini sangat penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan musim kemarau atau perubahan iklim,” kata Menteri Dody.

Pengoperasian pompa dilakukan setelah Pemerintah Kabupaten Majalengka mengajukan permohonan bantuan kepada Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarun untuk penanganan menyusul mulai meluasnya dampak kekeringan terhadap lahan pertanian di wilayah tersebut.

Sistem pompanisasi berkapasitas 150–400 liter per menit dipasang pada titik yang masih memiliki ketersediaan air, kemudian mengalirkannya menuju jaringan irigasi yang tidak lagi mampu berfungsi secara gravitasi akibat penurunan muka air selama musim kemarau.

Suplai air dari pompanisasi tersebut dimanfaatkan untuk melayani sekitar 250 hektare areal persawahan. Bertambahnya debit pada jaringan irigasi memungkinkan petak-petak sawah yang sebelumnya mulai mengalami kekeringan kembali memperoleh pasokan air sehingga kebutuhan tanaman pada fase pertumbuhan tetap terpenuhi dan risiko gagal panen dapat ditekan.

Pemanfaatan energi surya menjadi salah satu alternatif dalam operasi pompanisasi darurat, terutama pada wilayah yang memiliki intensitas penyinaran matahari tinggi selama musim kemarau. Selain mendukung keberlangsungan pengoperasian pompa, penggunaan sumber energi tersebut juga membantu menekan biaya operasional dibandingkan penggunaan pompa yang sepenuhnya mengandalkan bahan bakar minyak (BBM).

Sementara itu, Bupati Majalengka, Eman Suherman menyampaikan apresiasi kepada BBWS Cimanuk Cisanggarung atas penanganan yang dilakukan di Desa Leuweunghapit. Ketersediaan air irigasi yang kembali terjaga diharapkan mendukung kelangsungan musim tanam dan mempertahankan produktivitas lahan pertanian selama periode kemarau.

“Saya meminta BBWS menyiapkan solusi jangka pendek sekaligus memikirkan penanganan jangka panjang. Kami datang ke lokasi untuk memastikan penanganan segera dilakukan. Saya mengapresiasi respons cepat dari BBWS,” ujarnya.

Melalui pemanfaatan teknologi pompa bertenaga surya, Kementerian PU berharap penanganan kekeringan tidak hanya menjadi solusi darurat, tetapi juga menjadi model pengelolaan irigasi yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Share News


For Add Product Review,You Need To Login First