Wednesday 19-08-2026

Aksi Keji KKB OPM di Mimika: Sandera 9 Warga dan Renggut Nyawa Kaum Perempuan

  • Created Aug 19 2026
  • / 158 Read

Aksi Keji KKB OPM di Mimika: Sandera 9 Warga dan Renggut Nyawa Kaum Perempuan

Kekejaman Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau OPM kembali mencoreng rasa kemanusiaan di tanah Papua. Sebuah insiden tragis mengguncang Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, ketika kelompok bersenjata tersebut melancarkan aksi penyerangan beringas yang menyasar pos aparat keamanan.

​Peristiwa kelam ini bermula dari serangan membabi buta yang dilancarkan ke pos Jila Satgas Pam Obvitnas Yonif 133/JS. Aksi teror bersenjata tersebut tidak hanya bertujuan mengganggu stabilitas keamanan, tetapi juga berimbas langsung pada keselamatan warga sipil yang sama sekali tidak berdosa.

​Di tengah situasi yang mencekam, gelombang kepanikan melanda masyarakat setempat. Pada hari Selasa, 18 Agustus 2026 tepat pukul 13.40 WIT, sejumlah warga dengan penuh ketakutan mendatangi Koramil 1710-05/Jila untuk melaporkan nasib malang yang menimpa keluarga mereka.

​Laporan tersebut mengungkap fakta yang sangat memilukan bahwa KKB/OPM telah melakukan penyanderaan terhadap warga sipil. Tragisnya, para korban yang disandera seluruhnya adalah kaum perempuan dengan total mencapai 11 orang.

​Di tengah ketidakpastian nasib para sandera, kabar duka akhirnya mulai terungkap satu per satu. Berdasarkan informasi awal, sebanyak dua orang telah menjadi korban dari insiden ini. 

​Salah satu korban bernama Neregingget Magai ditemukan dalam keadaan meninggal dunia akibat luka tembak fatal di bagian perut. Rencana proses pemakaman saat ini tengah dipersiapkan oleh pihak keluarga di tengah suasana duka yang mendalam.

​Korban kedua adalah Inkolung Aim. Ia mengalami patah kaki  setelah dilempar ke jurang oleh pelaku. Untungnya, korban berhasil dievakuasi ke Kampung Pilikogom, Distrik Jila, untuk mendapatkan penanganan medis.

​Sementara itu, kondisi dan keselamatan sembilan perempuan lainnya yang masih berada di dalam cengkeraman penyanderaan hingga kini masih belum diketahui secara pasti. Hal ini tentu memicu kecemasan yang luar biasa bagi keluarga korban serta aparat keamanan yang bertindak cepat.

​Aparat keamanan gabungan bersama TNI langsung bergerak cepat merespons situasi darurat ini dengan melakukan penebalan pasukan di pos Jila Satgas Pam Obvitnas Yonif 133/JS. 

Sementara itu, identitas serta jaringan pelaku masih terus didalami, dengan indikasi kuat bahwa kelompok biadab tersebut berasal dari wilayah Jila. Bila sudah diketahui, TNI dan Polri pasti akan memburu mereka.

Tags :

Share News


For Add Product Review,You Need To Login First