Monday 14-09-2026

Mengurai Antrean BBM di Sulawesi

Posted By Ezra Wirotama
  • Created Sep 13 2026
  • / 139 Read

Mengurai Antrean BBM di Sulawesi

Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Sulawesi, terutama di Makassar dan beberapa wilayah Sulawesi Selatan, belakangan menjadi pemandangan yang banyak dikeluhkan masyarakat. Ada SPBU yang dipadati kendaraan sejak pagi, bahkan ada titik yang sempat kehabisan jenis BBM tertentu sambil menunggu pengiriman berikutnya. Kondisi ini tentu tidak bisa dianggap sepele karena BBM berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat, aktivitas usaha, hingga distribusi barang.

Namun situasi di lapangan ternyata tidak sesederhana anggapan bahwa stok BBM untuk Sulawesi habis. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyatakan stok secara regional masih tersedia, sementara persoalan yang sedang dihadapi berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan, pola distribusi, kepadatan pembelian di titik tertentu, serta indikasi penyalahgunaan BBM bersubsidi. Dengan kata lain, persoalannya bukan hanya berapa banyak BBM yang tersedia, tetapi juga bagaimana BBM tersebut sampai kepada masyarakat secara lancar dan tepat sasaran.

Salah satu tekanan terbesar terjadi pada Solar subsidi. Pertamina mencatat kebutuhan Solar meningkat sekitar 10 hingga 15 persen pada periode Juni sampai Agustus 2026. Peningkatan aktivitas logistik menjadi salah satu faktor, diikuti semakin lebarnya selisih harga antara BBM subsidi dan nonsubsidi serta indikasi aktivitas pelangsiran. Perubahan harga BBM nonsubsidi pada awal September juga ikut mengubah pola permintaan di sejumlah SPBU. Dalam beberapa hari terakhir, antrean Pertalite ikut meningkat.

Menghadapi kondisi tersebut, langkah pertama yang dilakukan bukan sekadar meminta masyarakat menunggu. Pasokan BBM untuk wilayah yang membutuhkan ditambah sekitar 10 hingga 15 persen dari rata-rata penyaluran harian. Distribusi juga terus disesuaikan berdasarkan perkembangan kebutuhan di lapangan. Artinya, daerah dan SPBU dengan tekanan permintaan lebih tinggi memperoleh penyesuaian pasokan untuk membantu mempercepat normalisasi pelayanan.

Jam pelayanan juga diperluas. Di Makassar, jumlah SPBU yang beroperasi selama 24 jam kini menjadi 25 titik. Kebijakan ini memberi masyarakat pilihan waktu yang lebih luas untuk mengisi BBM sekaligus mengurangi penumpukan kendaraan pada jam-jam tertentu. Pertamina juga menerapkan sistem marshalling di SPBU yang antreannya padat dengan mengarahkan kendaraan ke SPBU lain yang kondisi antreannya lebih landai. Langkah-langkah tersebut menunjukkan bahwa penanganan antrean tidak hanya dilakukan dengan menambah jumlah BBM. Pola pelayanan ikut dibenahi supaya pasokan yang tersedia bisa lebih cepat sampai kepada konsumen.

Tetapi ada persoalan lain yang juga perlu dibereskan, yakni kebocoran dalam distribusi BBM subsidi. Pertamina menemukan ribuan kendaraan dengan pola transaksi yang dinilai tidak sesuai ketentuan. Sebanyak 6.023 nomor polisi kendaraan di Sulawesi Selatan telah diblokir dari transaksi BBM bersubsidi karena terindikasi melakukan pembelian mencurigakan. Pengawasan seperti ini penting karena pembelian berulang oleh kendaraan tertentu dapat mengurangi kesempatan masyarakat lain memperoleh BBM subsidi yang memang menjadi haknya.

Pengawasan terhadap pengelola SPBU juga diperketat. Sepanjang 2026, Pertamina tercatat telah memberikan sanksi pembinaan kepada 86 SPBU di Pulau Sulawesi setelah ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan operasional maupun pelayanan. Langkah tersebut menjadi bagian dari evaluasi agar lembaga penyalur menjalankan distribusi sesuai aturan.

Jadi penyelesaian masalahnya berjalan dari dua arah. Pasokan ditambah agar masyarakat lebih mudah mendapatkan BBM, sementara jalur distribusi diperketat agar tambahan pasokan itu tidak bocor ke praktik yang tidak semestinya.

Upaya ini juga melibatkan lebih banyak pihak. Pertamina mendorong pengawasan melalui satgas lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, pelaku usaha dan unsur Pertamina. Fokusnya bukan hanya mengatur antrean, tetapi juga mengawasi kemungkinan pembelian berulang dan penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Polda Sulawesi Selatan bahkan mulai mendalami dugaan praktik penyalahgunaan maupun penimbunan BBM. Kepolisian menyatakan penyelidikan dilakukan untuk memastikan apakah ada pihak atau jaringan tertentu yang memanfaatkan kondisi distribusi BBM untuk kepentingan pribadi. Jika ditemukan pelanggaran, aparat menyatakan akan melakukan penindakan.

Perhatian pemerintah juga tidak berhenti di Sulawesi Selatan. Di wilayah kepulauan Sulawesi Tenggara, Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM bersama BPH Migas, Pertamina dan pemerintah daerah melakukan penguatan koordinasi untuk memastikan pasokan dan distribusi tetap terjaga. Kondisi geografis kepulauan membuat pola distribusi di wilayah tersebut memiliki tantangan berbeda. Karena itu pengawasan diarahkan bukan hanya kepada kecukupan stok, tetapi juga ketepatan waktu, harga dan sasaran penyaluran BBM subsidi maupun penugasan.

Situasi antrean BBM di Sulawesi memang belum bisa dianggap selesai hanya karena stok secara regional dinyatakan aman. Masyarakat menilai kondisi dari apa yang mereka temui langsung di SPBU. Ketika kendaraan masih mengular atau BBM di sebuah titik habis sementara, keluhan itu nyata dan perlu dijawab dengan perbaikan yang juga nyata.

Karena itu langkah penanganannya memang perlu menyentuh seluruh rantai distribusi. Pasokan ditambah. Jam operasional diperpanjang. Antrean diurai. Kendaraan dengan transaksi mencurigakan diblokir. SPBU yang melanggar diberi sanksi. Pengawasan lintas sektor diperkuat dan dugaan penyelewengan ditelusuri aparat.

Tujuan akhirnya sederhana. BBM yang tersedia bisa sampai lebih cepat kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama BBM bersubsidi yang memang diperuntukkan bagi kelompok yang berhak menerimanya.

Antrean panjang tidak cukup dijawab dengan mengatakan stok masih tersedia. Yang jauh lebih penting adalah memastikan stok tersebut benar-benar hadir di SPBU, pelayanan berjalan lancar, dan setiap liter BBM subsidi tidak bocor di tengah perjalanan.

Itulah pekerjaan yang saat ini sedang dilakukan. Persoalan distribusi dibenahi sambil pasokan diperkuat, sehingga masyarakat tidak hanya mendapat kepastian bahwa BBM tersedia, tetapi juga bisa merasakan ketersediaan itu langsung ketika datang ke SPBU.

Share News


For Add Product Review,You Need To Login First