Presiden Pastikan Gerak Cepat Tangani Bencana Alam di Sumatera
- Created Nov 29 2025
- / 1144 Read
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada seluruh warga yang menjadi korban bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah di Pulau Sumatera. Dalam pernyataannya, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah berdiri bersama para penyintas dan keluarga korban, serta memastikan bahwa seluruh proses bantuan dan pemulihan akan terus dipercepat. Ia menyebut bencana yang melanda Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh sebagai ujian berat yang membutuhkan solidaritas nasional.
Sejak hari pertama bencana, Presiden Prabowo menjelaskan bahwa pemerintah telah mengerahkan seluruh sumber daya untuk merespons kondisi darurat. Bantuan disalurkan melalui berbagai jalur, baik darat maupun udara, dengan melibatkan berbagai instansi seperti BNPB, TNI, Polri, serta pemerintah daerah. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan mendesak masyarakat dapat terpenuhi sesegera mungkin, terutama logistik, layanan kesehatan, dan evakuasi.
Meski demikian, kondisi di lapangan masih menghadirkan banyak kendala. Akses yang terputus akibat longsor dan banjir besar membuat distribusi bantuan tidak selalu berjalan mulus. Cuaca yang tidak menentu juga memperlambat proses penyaluran logistik dan upaya pencarian korban. Namun Presiden menegaskan bahwa seluruh tim di lapangan terus bekerja tanpa henti untuk mengatasi hambatan tersebut.
Terkait status darurat bencana nasional, Presiden Prabowo menyatakan bahwa pemerintah masih melakukan evaluasi menyeluruh. Penentuan status tersebut, menurutnya, membutuhkan pertimbangan yang matang berdasarkan kondisi faktual di lapangan, tingkat kerusakan, serta kapasitas daerah dalam menangani dampak bencana. Ia menekankan bahwa pemerintah pusat akan selalu siap mengambil langkah lanjutan jika diperlukan.
Prabowo juga memastikan bahwa pemantauan intensif terus dilakukan terhadap daerah-daerah terdampak, terutama di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Pemerintah berkoordinasi secara aktif dengan para kepala daerah untuk menyamakan langkah penanganan dan percepatan pemulihan. Ia menegaskan bahwa bantuan dari pusat tidak akan berhenti dan akan terus mengalir sesuai kebutuhan warga.
Koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, menurut Prabowo, menjadi kunci dalam menghadapi bencana berskala besar seperti ini. Ia menilai kemampuan kolaborasi lintas lembaga sangat menentukan efektivitas penanganan. Oleh karena itu, ia mengapresiasi kerja cepat aparat daerah, relawan, dan masyarakat yang telah bergerak bersama membantu para penyintas.
Selain penanganan darurat, Presiden Prabowo menyoroti pentingnya penguatan mitigasi jangka panjang. Ia mengingatkan bahwa bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor tidak terlepas dari kondisi lingkungan yang terus terdegradasi. Untuk itu, pemerintah akan memperkuat kebijakan restorasi lingkungan dan tata ruang agar lebih tahan terhadap risiko bencana.
Lebih jauh, Prabowo menyerukan agar kesadaran lingkungan dimulai dari rumah dan menjadi gerakan bersama seluruh lapisan masyarakat. Ia menegaskan perlunya langkah konkret seperti mencegah pembabatan hutan, memperbaiki sistem drainase, dan memastikan sungai tetap bersih demi mengurangi potensi bencana di masa mendatang. Upaya ini, katanya, membutuhkan komitmen kolektif dan tidak bisa dibebankan kepada pemerintah semata.
Presiden Prabowo menekankan bahwa pemerintah akan terus hadir, memastikan setiap warga mendapatkan perlindungan dan dukungan yang layak. Solidaritas, kerja sama, dan kepekaan terhadap lingkungan menjadi pesan utama yang kembali ditegaskannya dalam menghadapi bencana ini.
Share News
For Add Product Review,You Need To Login First

















