Friday 16-01-2026

Viral Banjir Bawa Kayu Gelondongan, Apakah Lokasinya Benar di Papua?

  • Created Dec 21 2025
  • / 1232 Read

Viral Banjir Bawa Kayu Gelondongan, Apakah Lokasinya Benar di Papua?

Peristiwa banjir yang membawa kayu gelondongan di sejumlah wilayah Papua belakangan menjadi sorotan publik setelah beredar luas video di media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan arus sungai deras yang menyeret batang-batang kayu berukuran besar hingga menyebabkan gangguan infrastruktur, termasuk jembatan yang terdampak di wilayah Kabupaten Keerom. Fenomena ini kemudian memunculkan berbagai spekulasi, termasuk tudingan bahwa banjir tersebut sepenuhnya disebabkan oleh aktivitas pembalakan atau kebijakan pengelolaan lahan tertentu.

Sejumlah media nasional melaporkan bahwa banjir terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah hulu sungai dalam waktu relatif singkat. Kondisi geografis Papua yang didominasi daerah pegunungan dan aliran sungai berlereng curam memang membuat wilayah ini rentan terhadap banjir bandang ketika hujan ekstrem terjadi. Dalam konteks tersebut, keberadaan kayu gelondongan yang hanyut tidak serta-merta dapat disimpulkan sebagai hasil aktivitas ilegal, karena wilayah Papua memiliki kawasan hutan alami luas dengan pohon-pohon besar yang secara alami dapat tumbang akibat erosi, longsor, atau tergerus arus sungai saat debit air meningkat tajam.

Pihak kepolisian dan pemerintah daerah juga menyampaikan bahwa video viral yang beredar masih memerlukan verifikasi menyeluruh, termasuk penelusuran lokasi pasti, waktu kejadian, serta asal-usul kayu yang terbawa arus. Klarifikasi ini penting agar opini publik tidak terbentuk hanya dari potongan visual tanpa konteks yang utuh. Dalam beberapa kasus sebelumnya, kayu gelondongan yang hanyut saat banjir berasal dari pohon tumbang di hutan alam atau material lama yang tersangkut di bantaran sungai dan baru terbawa ketika terjadi banjir besar.

Isu kayu gelondongan dalam banjir Papua kemudian dikaitkan dengan perdebatan yang lebih luas mengenai kebijakan lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam. Namun para pengamat mengingatkan bahwa bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang tidak bisa dijelaskan dengan satu faktor tunggal. Curah hujan ekstrem, kondisi tanah, perubahan alur sungai, serta faktor alam lainnya berperan besar dan harus dianalisis secara ilmiah, bukan disederhanakan menjadi tudingan sepihak yang berpotensi menyesatkan.

Pendekatan berbasis data dan investigasi lapangan menjadi kunci agar penanganan bencana dan kebijakan lingkungan di Papua dapat berjalan objektif dan adil. Alih-alih memperkeruh suasana dengan asumsi yang belum terverifikasi, publik justru diharapkan mendorong transparansi, pengawasan, dan evaluasi kebijakan berbasis fakta. Dengan demikian, peristiwa banjir dan kayu gelondongan di Papua dapat dipahami secara proporsional sebagai fenomena alam yang perlu ditangani bersama, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola lingkungan dan mitigasi bencana secara berkelanjutan.

Share News


For Add Product Review,You Need To Login First