Mengapa Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan Meski Sekolah Libur?
- Created Dec 21 2025
- / 1346 Read
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dirancang bukan semata sebagai pelengkap aktivitas belajar di sekolah, melainkan sebagai kebijakan pemenuhan gizi yang berkelanjutan bagi anak-anak dan kelompok penerima manfaat. Karena itulah, ketika memasuki masa libur sekolah, program ini tidak serta-merta dihentikan. Keputusan untuk tetap menjalankan MBG berangkat dari prinsip bahwa kebutuhan gizi anak tidak ikut “libur” meski kegiatan belajar mengajar berhenti sementara.
Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional menegaskan bahwa kesinambungan asupan gizi harian sangat penting untuk menjaga tumbuh kembang anak, daya tahan tubuh, serta mencegah risiko gizi buruk yang bisa muncul ketika pola makan terganggu. Masa libur sekolah justru dinilai sebagai periode yang rawan, terutama bagi anak-anak dari keluarga rentan, karena hilangnya akses rutin terhadap makanan bergizi yang biasanya diperoleh di sekolah.
MBG juga diposisikan sebagai bagian dari strategi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia. Artinya, program ini tidak bergantung pada kalender akademik, tetapi pada siklus kebutuhan biologis penerima manfaat. Dengan tetap berjalan selama libur sekolah, negara memastikan bahwa intervensi gizi dilakukan secara konsisten dan tidak terputus, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal dalam jangka panjang.
Dalam pelaksanaannya, skema distribusi MBG selama libur sekolah disesuaikan dengan kondisi daerah dan kesiapan penerima. Di sejumlah wilayah, makanan bergizi dibagikan dalam bentuk paket untuk beberapa hari, sementara di daerah lain distribusi tetap dilakukan secara berkala melalui titik-titik yang telah disepakati. Fleksibilitas ini menunjukkan bahwa keberlanjutan program tidak berarti kaku, tetapi adaptif terhadap situasi lapangan.
Keberlanjutan MBG saat libur sekolah juga mencerminkan perubahan pendekatan kebijakan sosial, dari yang sebelumnya bersifat seremonial menjadi berbasis kebutuhan nyata masyarakat. Program ini tidak hanya menjawab isu gizi, tetapi juga membantu meringankan beban pengeluaran keluarga, menjaga stabilitas konsumsi pangan anak, dan mendukung ketahanan sosial di tingkat lokal.
Dengan demikian, keputusan untuk tetap menjalankan MBG meski sekolah libur bukanlah kebijakan tanpa dasar, melainkan bentuk komitmen negara dalam memastikan hak dasar anak atas gizi yang layak terpenuhi setiap hari. Konsistensi inilah yang diharapkan menjadi fondasi kuat dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, tangguh, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Share News
For Add Product Review,You Need To Login First

















