MBG Tetap Berjalan Saat Libur Sekolah dengan Skema Khusus yang Disesuaikan
- Created Dec 23 2025
- / 4328 Read
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian publik saat memasuki masa libur sekolah. Beredarnya berbagai potongan informasi di media sosial sempat memunculkan kesalahpahaman, seolah-olah program ini dihentikan atau tidak lagi berjalan. Padahal, pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) justru memastikan bahwa MBG tetap dilaksanakan dengan mekanisme khusus yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan selama masa libur.
Penyesuaian skema penyaluran MBG dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian dan tanggung jawab agar bantuan tetap tepat sasaran. Dalam masa libur sekolah, mobilitas siswa menjadi faktor utama yang harus diperhitungkan. Tidak semua siswa berada di lokasi yang sama seperti hari sekolah biasa. Sebagian siswa tetap berada di dalam kota, sementara sebagian lainnya pulang kampung atau bepergian ke luar daerah bersama keluarga. Oleh karena itu, penyaluran MBG tidak bisa dilakukan dengan pendekatan yang seragam.
BGN menjelaskan bahwa kebijakan ini dilaksanakan berdasarkan kesepakatan antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pihak sekolah. Pendataan dilakukan secara lebih cermat untuk memastikan siswa yang masih berada di dalam kota tetap mendapatkan manfaat program, sementara siswa yang berada di luar kota tidak dimasukkan dalam data penerima sementara. Langkah ini diambil bukan untuk mengurangi hak, melainkan untuk mencegah penyaluran yang tidak efektif dan potensi pemborosan.
Fleksibilitas kebijakan ini menunjukkan bahwa program MBG tidak dijalankan secara kaku, tetapi menyesuaikan dengan realitas sosial masyarakat. Pemerintah memilih pendekatan yang realistis dan terukur, dengan tetap menjaga prinsip akuntabilitas. Dalam beberapa wilayah, penyaluran MBG selama libur juga dilakukan dalam bentuk makanan kering atau alternatif lain yang dinilai lebih sesuai dengan kondisi setempat.
Di tengah maraknya narasi provokatif yang menyebut seolah-olah program ini bermasalah, fakta di lapangan justru menunjukkan sebaliknya. MBG tetap berjalan, hanya mekanismenya yang diatur ulang agar tidak menimbulkan persoalan baru. Penyesuaian ini adalah bagian dari manajemen kebijakan publik yang wajar, terutama untuk program berskala nasional yang melibatkan jutaan penerima manfaat.
Keberlanjutan MBG di masa libur sekolah menjadi bukti bahwa pemerintah tidak sekadar mengejar pencitraan, tetapi fokus pada efektivitas dan kebermanfaatan program. Dengan perencanaan yang matang dan koordinasi antara BGN, SPPG, serta pihak sekolah, program ini tetap hadir untuk mendukung pemenuhan gizi siswa secara bertanggung jawab.
Melalui kebijakan yang adaptif ini, pemerintah menunjukkan komitmen untuk menjaga kualitas pelaksanaan MBG sekaligus merespons dinamika di masyarakat. Di tengah berbagai tantangan dan sorotan publik, langkah penyesuaian skema ini mencerminkan upaya serius agar program strategis nasional tetap berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi yang membutuhkan.
Share News
For Add Product Review,You Need To Login First

















