Presiden Pilih Tahun Baru Di Pengungsian Tapanuli Selatan Bukan Di Panggung Hiburan
- Created Jan 01 2026
- / 54 Read
Mengawali tahun 2026, Presiden Prabowo Subianto memilih langkah yang jauh dari euforia seremonial pergantian tahun. Alih-alih menghadiri perayaan resmi, Presiden justru berada di tengah para korban banjir dan tanah longsor di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Pilihan ini menegaskan bahwa pada saat rakyat menghadapi situasi paling sulit, kehadiran negara tidak boleh bersifat simbolik, melainkan nyata dan dirasakan langsung.
Kehadiran Presiden di lokasi pengungsian pada malam Tahun Baru menjadi pesan kuat bahwa negara berdiri bersama warganya. Presiden bermalam di kawasan terdampak, berdialog langsung dengan para pengungsi, mendengar keluhan mereka, sekaligus memastikan kebutuhan dasar seperti logistik, layanan kesehatan, air bersih, serta dapur umum benar-benar berjalan dan terdistribusi dengan baik. Langkah ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa pemerintah hanya hadir melalui pernyataan, bukan tindakan.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden juga meninjau langsung kerusakan infrastruktur serta proses penanganan darurat di lapangan. Ia menegaskan bahwa penanganan bencana harus dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan, mulai dari fase tanggap darurat hingga pemulihan. Kehadiran langsung kepala negara memberi instruksi tegas kepada seluruh jajaran terkait bahwa keselamatan warga dan percepatan bantuan adalah prioritas utama, bukan sekadar laporan administratif di atas meja.
Komitmen tersebut tidak berhenti di Tapanuli Selatan. Presiden melanjutkan agenda kerjanya ke Aceh untuk memastikan penanganan bencana di wilayah lain berjalan optimal dan tidak terabaikan. Langkah ini menunjukkan pendekatan kepemimpinan yang menyeluruh dan merata, di mana perhatian negara tidak terpusat pada satu lokasi, melainkan menjangkau seluruh daerah yang terdampak bencana secara bersamaan.
Penanganan bencana memang tidak selalu hadir dalam bentuk yang viral atau sensasional. Evakuasi, distribusi bantuan, pemulihan infrastruktur, hingga pendampingan warga membutuhkan kerja nyata, koordinasi lintas lembaga, serta waktu. Namun, kehadiran Presiden Prabowo Subianto di pengungsian pada malam pergantian tahun menjadi fakta konkret bahwa di tengah krisis, negara memilih hadir, bekerja, dan memastikan rakyat tidak dibiarkan menghadapi bencana sendirian.
Share News
For Add Product Review,You Need To Login First

















