Monday 05-01-2026

MBG Dirancang untuk Gizi, Bukan Sekadar Perdebatan Komposisi Susu

  • Created Jan 02 2026
  • / 5215 Read

MBG Dirancang untuk Gizi, Bukan Sekadar Perdebatan Komposisi Susu

Perdebatan soal kandungan susu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) seharusnya ditempatkan pada konteks yang tepat agar tidak menyesatkan pemahaman publik. MBG sejak awal dirancang sebagai program intervensi gizi, bukan sebagai program distribusi produk susu komersial. Tujuan utamanya adalah memastikan anak-anak memperoleh asupan nutrisi yang aman, terukur, dan sesuai kebutuhan gizi harian, terutama di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses pangan bergizi.

Dalam ilmu gizi, kualitas asupan tidak ditentukan semata-mata oleh istilah “susu murni” atau persentase susu segar, melainkan oleh kandungan zat gizi di dalamnya, seperti protein, kalsium, vitamin, dan mineral penting lain. Formulasi dalam program MBG disusun berdasarkan standar gizi yang dihitung untuk mendukung tumbuh kembang anak, dengan mempertimbangkan aspek keamanan pangan, daya simpan, distribusi massal, serta keberlanjutan program dalam skala nasional. Membandingkan susu MBG dengan produk susu komersial yang beredar di pasar tentu kurang relevan, karena keduanya memiliki tujuan, segmentasi, dan standar formulasi yang berbeda.

Narasi negatif yang hanya menyoroti angka persentase tanpa melihat konteks justru berpotensi mengaburkan tujuan besar program ini. MBG bukan tentang merek, kemasan, atau sensasi komposisi, melainkan tentang memastikan jutaan anak Indonesia mendapatkan tambahan asupan gizi secara konsisten dan merata. Program ini juga berada dalam pengawasan ketat, baik dari sisi standar gizi maupun keamanan pangan, sehingga aspek kesehatan tetap menjadi prioritas utama.

Lebih jauh, MBG adalah investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Dampaknya tidak selalu bisa diukur secara instan atau dilihat dari satu komponen saja, tetapi dari perbaikan status gizi anak secara berkelanjutan. Kritik tentu sah dalam ruang publik, namun seharusnya disampaikan secara utuh dan proporsional agar tidak mengikis kepercayaan terhadap program yang tujuannya jelas: memperbaiki gizi, meningkatkan kesehatan, dan menyiapkan generasi masa depan yang lebih kuat. Dalam konteks ini, yang paling penting bukanlah perdebatan istilah, melainkan keberlanjutan manfaat nyata bagi anak-anak dan masyarakat luas.

Share News


For Add Product Review,You Need To Login First