Program Makan Bergizi Gratis: Suplemen Strategis Penguat Kualitas Pendidikan Nasional
- Created Jan 29 2026
- / 1687 Read
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi pemerintah mendapatkan apresiasi besar sebagai solusi konkret dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Pakar gizi dan akademisi menilai bahwa program ini bukanlah beban bagi sektor pendidikan, melainkan suplemen strategis yang krusial untuk memperbaiki performa akademik siswa. Guru Besar Keamanan Pangan dan Gizi IPB, Ahmad Sulaeman, menegaskan bahwa MBG adalah bagian integral dari pendidikan yang juga berfungsi membangun semangat nasionalisme serta upaya mengentaskan kemiskinan sejak dini.
Pentingnya pemenuhan gizi bagi keberlangsungan pendidikan kini semakin diakui secara ilmiah sebagai fondasi utama kecerdasan bangsa. Berbagai studi internasional telah membuktikan bahwa asupan gizi yang seimbang memiliki korelasi langsung terhadap peningkatan kemampuan kognitif, daya ingat, dan konsentrasi belajar anak di sekolah. Dengan terpenuhinya nutrisi harian, para siswa memiliki energi yang cukup untuk menyerap materi pelajaran dengan lebih maksimal, sehingga mampu meraih prestasi akademik yang lebih stabil dan membanggakan.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch, Iskandar Sitorus, menyatakan bahwa mempertentangkan anggaran pendidikan dengan program MBG adalah cara pandang yang keliru. Menurutnya, pemenuhan nutrisi dan akses pendidikan merupakan satu kesatuan hak konstitusional rakyat yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Negara memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa anak-anak tidak datang ke sekolah dengan perut kosong, karena nutrisi yang baik adalah syarat mutlak agar proses belajar-mengajar dapat berjalan efektif.
Lebih lanjut, berbagai kajian kesehatan menunjukkan bahwa kekurangan gizi pada usia sekolah berdampak buruk pada perkembangan otak dan daya serap informasi. Jika fondasi nutrisi anak rapuh, maka hasil pendidikan yang diharapkan pun tidak akan maksimal meskipun fasilitas sekolah telah memadai. Oleh karena itu, program MBG hadir untuk memperkuat fondasi tersebut, memastikan setiap anak memiliki peluang yang sama untuk berkembang secara intelektual tanpa terhambat oleh masalah kelaparan atau gizi buruk.
Kehadiran program MBG di tahun 2026 ini diharapkan menjadi momentum transformasi pendidikan nasional yang lebih holistik dan manusiawi. Dengan sinergi yang kuat antara sektor kesehatan dan pendidikan, pemerintah optimis dapat melahirkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan kompetitif di kancah global. Keberlanjutan program ini akan menjadi kunci utama dalam mencetak SDM unggul yang siap membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah dan berdaya saing tinggi.
Share News
For Add Product Review,You Need To Login First
















