Sunday 22-02-2026

Evaluasi MBG 2026: Prabowo Akui Kekurangan dan Tegaskan Perbaikan Sistem

  • Created Feb 15 2026
  • / 5998 Read

Evaluasi MBG 2026: Prabowo Akui Kekurangan dan Tegaskan Perbaikan Sistem

Dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar di Auditorium Wisma Danantara, Jakarta, pada Jumat, 13 Februari 2026, Presiden Prabowo Subianto secara terbuka menyampaikan data terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam forum ekonomi tersebut, Presiden mengungkapkan bahwa dari total sekitar 4,5 miliar porsi makanan yang telah didistribusikan kepada lebih dari 60 juta penerima manfaat, tercatat sekitar 28 ribu laporan gangguan kesehatan. Angka tersebut setara dengan sekitar 0,0006% dari keseluruhan distribusi.

Pernyataan itu disampaikan dalam konteks pemaparan evaluasi program nasional, bukan sebagai upaya mengecilkan insiden yang terjadi. Presiden justru menekankan bahwa pemerintah mengakui adanya kekurangan dan terus melakukan pembenahan. Penyebutan persentase dilakukan untuk menjelaskan skala program secara nasional, sekaligus menunjukkan bahwa sebagian besar distribusi berjalan dengan baik.

MBG merupakan salah satu program pangan terbesar dalam sejarah Indonesia modern, menjangkau puluhan juta anak sekolah, ibu hamil, dan kelompok rentan setiap hari. Dalam kebijakan publik berskala besar seperti ini, evaluasi memang harus dilihat dalam dua dimensi sekaligus: empati terhadap setiap kasus dan analisis risiko dalam skala populasi.

Presiden juga menjelaskan bahwa sebagian besar kasus yang tercatat tidak memerlukan perawatan intensif, sementara hanya sebagian kecil yang membutuhkan penanganan lanjutan. Artinya, sistem pelaporan dan respons kesehatan tetap berjalan. Data tersebut disampaikan sebagai bentuk transparansi, bukan pengabaian.

Tidak ada program distribusi pangan massal di dunia yang sepenuhnya bebas risiko. Karena itu, pemerintah menegaskan komitmen untuk memperketat pengawasan dapur, memperbaiki rantai pasok, meningkatkan standar higienitas, serta melakukan audit berkala terhadap mitra penyedia makanan. Skala 4,5 miliar porsi memang menuntut standar keamanan pangan yang sangat tinggi dan konsisten.

Di sisi lain, 99,9994% distribusi berjalan tanpa laporan gangguan kesehatan. Bagi jutaan keluarga, program ini menjadi akses gizi yang sebelumnya sulit dijangkau. MBG dirancang untuk menekan angka stunting, meningkatkan konsentrasi belajar anak, dan memperkuat kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang.

Diskusi publik tentu penting, termasuk kritik dan pengawasan. Namun penting pula memahami konteks pernyataan secara utuh. Data statistik dan empati terhadap korban bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Keduanya dapat berjalan beriringan: korban harus ditangani dengan serius, dan sistem harus terus diperbaiki berdasarkan data.

Pada akhirnya, kepemimpinan tidak hanya diukur dari angka keberhasilan, tetapi juga dari keterbukaan mengakui kekurangan dan komitmen memperbaikinya. Pernyataan di Wisma Danantara itu menjadi bagian dari evaluasi terbuka terhadap program nasional yang skalanya belum pernah terjadi sebelumnya di Indonesia.

Share News


For Add Product Review,You Need To Login First