Sunday 22-02-2026

Kepala BGN Jelaskan Insentif Rp6 Juta per Hari untuk SPPG sebagai Langkah Efisiensi MBG

  • Created Feb 19 2026
  • / 6623 Read

Kepala BGN Jelaskan Insentif Rp6 Juta per Hari untuk SPPG sebagai Langkah Efisiensi MBG

Kepala Badan Gizi Nasional BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan alasan pemberian insentif Rp6 juta per hari kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis MBG. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas berbagai pertanyaan publik terkait skema pembiayaan operasional dapur penyedia makanan bergizi bagi anak-anak.

Dalam keterangannya, Dadan menegaskan bahwa insentif tersebut merupakan bagian dari strategi efisiensi anggaran negara. Menurutnya, apabila pemerintah harus membangun seluruh fasilitas dapur secara mandiri, mulai dari pengadaan lahan, pembangunan gedung, pembelian peralatan, hingga rekrutmen tenaga kerja, biaya investasi awal akan jauh lebih besar dan memerlukan waktu panjang. Dengan menggandeng mitra yang telah menyiapkan fasilitas sesuai standar, negara dapat menghemat belanja modal sekaligus mempercepat implementasi program.

Ia menjelaskan bahwa SPPG yang menerima insentif wajib memenuhi persyaratan teknis yang ketat, termasuk standar keamanan pangan, higienitas, kapasitas produksi, serta mekanisme pelaporan dan pengawasan. Dana operasional tersebut tidak diberikan tanpa kontrol, melainkan terikat pada sistem verifikasi dan evaluasi berkala. Pemerintah tetap memastikan kualitas makanan dan tata kelola berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dadan juga menyampaikan bahwa pendekatan kemitraan ini mendorong partisipasi pelaku usaha dan pengelola dapur lokal dalam mendukung program nasional. Selain mempercepat jangkauan layanan, skema tersebut dinilai memberikan dampak ekonomi bagi daerah melalui penyerapan tenaga kerja dan penguatan rantai pasok bahan pangan dalam negeri. Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan oleh penerima makanan bergizi, tetapi juga oleh ekosistem ekonomi di sekitarnya.

Program MBG sendiri dirancang sebagai intervensi pemenuhan gizi untuk meningkatkan kesehatan dan konsentrasi belajar anak. Pemerintah memandang bahwa efektivitas program tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari efisiensi tata kelola dan keberlanjutan anggaran. Oleh karena itu, insentif Rp6 juta per hari bagi SPPG diposisikan sebagai instrumen untuk menjaga kelancaran operasional sekaligus memastikan layanan dapat menjangkau sasaran secara cepat dan terstandar.

BGN menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengawasan dan melakukan evaluasi berkala agar program berjalan transparan dan akuntabel. Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat memberikan dampak nyata bagi kualitas generasi muda Indonesia.

Share News


For Add Product Review,You Need To Login First