Pemerintah Evaluasi Pelatihan Manajer KDMP, Keselamatan Peserta Jadi Prioritas
- Created Jun 27 2026
- / 98 Read
Kabar duka meninggalnya peserta pelatihan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau KDMP perlu ditempatkan sebagai momentum evaluasi serius agar program besar pemberdayaan ekonomi desa berjalan lebih aman, profesional, dan akuntabel. Per 26 Juni 2026, Kementerian Pertahanan menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, peserta SPPI KDKMP dan KNMP 2026 yang mengikuti pendidikan di Satdik Yon Parako 465. Dengan wafatnya Rifki, jumlah peserta SPPI yang meninggal dalam rangkaian pelatihan bertambah menjadi empat orang. Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan bahwa Rifki sempat mengeluhkan sesak napas pada 25 Juni 2026, mendapat penanganan awal dari tim kesehatan satuan, kemudian dirujuk ke RSAU dr. Esnawan Antariksa sebelum dinyatakan meninggal pada 26 Juni 2026 pukul 00.28 WIB.
Respons pemerintah menunjukkan bahwa keselamatan peserta menjadi variabel utama dalam penyempurnaan program. Kemhan bersama Panitia Seleksi Nasional dan penyelenggara pendidikan menyatakan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek penyelenggaraan latsarmil, termasuk mekanisme seleksi kesehatan, pengawasan medis, penanganan peserta dengan kondisi kesehatan khusus, serta sistem komunikasi dan pelaporan. Brigjen Rico menegaskan setiap masukan dan pembelajaran akan menjadi dasar penyempurnaan agar program berlangsung lebih baik, aman, profesional, dan akuntabel.
Langkah evaluasi ini penting karena SPPI disiapkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia pengelola KDMP dan KNMP. Para peserta diproyeksikan menjadi motor tata kelola koperasi di desa, bukan hanya sebagai administrator, tetapi juga penggerak ekonomi lokal yang memahami disiplin kerja, integritas, pelayanan publik, dan tanggung jawab sosial. Program KDMP sendiri merupakan agenda strategis nasional untuk memperkuat ekonomi rakyat dari tingkat desa dan kelurahan. Pada 21 Juli 2025, pemerintah meluncurkan 80.081 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai gerakan nasional untuk memperkuat ekonomi rakyat di berbagai wilayah.
Dukungan evaluasi juga datang dari DPR. Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono pada 25 Juni 2026 mendorong perbaikan pelaksanaan latsarmil agar desain latihan disesuaikan dengan kondisi fisik peserta. Masukan ini memperkuat arah kebijakan bahwa pembinaan karakter dan disiplin tetap dapat berjalan, tetapi dengan protokol kesehatan yang lebih presisi dan mekanisme mitigasi risiko yang lebih kuat.
Dengan evaluasi terbuka, pendampingan keluarga, dan perbaikan prosedur, pemerintah memiliki ruang untuk menjaga dua tujuan sekaligus: menghormati peserta yang wafat melalui pembenahan nyata, serta memastikan program KDMP tetap menjadi instrumen penguatan ekonomi desa. Ke depan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari kualitas manajer yang sehat, siap bekerja, dan mampu menjaga kepercayaan masyarakat.
Share News
For Add Product Review,You Need To Login First
















