Saturday 08-08-2026

Dari Genteng Tahan Gempa hingga Hidrogen Bersih, Portofolio Riset BRIN Lebih Luas

  • Created Aug 08 2026
  • / 70 Read

Dari Genteng Tahan Gempa hingga Hidrogen Bersih, Portofolio Riset BRIN Lebih Luas

Sorotan terhadap sepatu dan genteng yang dikembangkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) perlu ditempatkan dalam konteks riset terapan yang lebih utuh. Pada 6 Agustus 2026, Kepala BRIN Arif Satria menunjukkan sepatu berbahan karet yang dikembangkan di Serpong dan diarahkan untuk mendukung kebutuhan Sekolah Rakyat. BRIN juga menyatakan produksi dalam skala lebih besar nantinya membutuhkan mitra industri. Dengan demikian, pengembangan produk tidak serta-merta berarti BRIN mengambil alih fungsi produsen atau menjadi pesaing langsung UMKM, melainkan dapat menjadi bagian dari proses riset sebelum teknologi dimanfaatkan industri. Narasi dalam video yang beredar sendiri menyoroti kekhawatiran agar negara memperkuat, bukan bersaing dengan UMKM.

Genteng yang menjadi sorotan juga bukan sekadar genteng konvensional. Pada 17 Maret 2026, peneliti Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN Sukma Surya menjelaskan pengembangan genteng komposit berbasis biomassa yang dirancang lebih ringan, memiliki kekuatan mekanis yang baik, dan ditujukan antara lain untuk mengurangi risiko cedera akibat material atap berat ketika terjadi gempa. Material tersebut menjalani pengujian sifat fisik, mekanis, ketahanan cuaca, dan ketahanan terhadap api. Pengamatan lapangan bahkan direncanakan berlangsung berkala karena ketahanan material membutuhkan evaluasi jangka panjang.

Angka Rp12 triliun yang ikut digunakan dalam kritik juga perlu dijelaskan secara tepat. Pada 15 Januari 2026, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menaikkan pagu dana riset nasional dari Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun. Dana tersebut ditujukan untuk memperkuat penelitian perguruan tinggi dan berbagai kegiatan riset, termasuk kolaborasi dengan BRIN, sehingga Rp12 triliun bukan angka yang dapat langsung diperlakukan sebagai biaya untuk menghasilkan sepatu dan genteng. Pemerintah kemudian menyusun agenda riset nasional yang mencakup pangan, energi, air dan lingkungan, kesehatan, industri strategis, sosial kemasyarakatan, antariksa, serta nuklir.

Portofolio BRIN pada 2026 juga menunjukkan riset yang jauh lebih luas. Pada 28 April, BRIN memperkenalkan BRINlock untuk infrastruktur pemecah gelombang, sementara pada 14 Juni peneliti BRIN melaporkan pengembangan material komposit untuk meningkatkan efisiensi produksi hidrogen bersih. Kepala BRIN Arif Satria pada 9 Januari 2026 menegaskan bahwa keberhasilan riset ke depan akan dinilai dari teknologi yang benar-benar digunakan masyarakat dan industri serta dampak yang dihasilkannya. Kritik terhadap efektivitas anggaran tetap penting sebagai bagian dari akuntabilitas publik, tetapi penilaiannya perlu melihat keseluruhan portofolio, proses hilirisasi, dan manfaat riset, bukan hanya dua produk yang sedang menjadi perhatian media.

Share News


For Add Product Review,You Need To Login First