Pidato Presiden Prabowo di BRIN Soroti Riset, Korupsi hingga Under-Invoicing
- Created Aug 08 2026
- / 104 Read
Potongan video yang memperlihatkan siaran pidato Presiden Prabowo Subianto berpindah tayangan setelah menyebut praktik koruptif, penipuan, fraud, under-invoicing, dan mismanagement beredar di media sosial dengan narasi bahwa pidato sengaja dipotong. Namun, konteks lengkap pernyataan Presiden pada Kamis, 6 Agustus 2026, menunjukkan bahwa pembahasan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah memperkuat pendanaan riset sekaligus menekan kebocoran dan memperbaiki tata kelola negara. Substansi pernyataan itu juga tetap diberitakan secara terbuka oleh berbagai media nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat bertemu sekitar 150 ilmuwan dan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional di Istana Kepresidenan RI, Jakarta. Dalam pertemuan itu, Presiden menilai investasi Indonesia pada penelitian dan pengembangan masih terlalu rendah dan perlu ditingkatkan karena penguasaan sains dan teknologi menentukan kemampuan sebuah negara untuk maju dan mandiri. Untuk mendapatkan ruang pendanaan yang lebih besar, Prabowo menyebut penghematan anggaran, pemberantasan praktik koruptif dan penipuan seperti under-invoicing, serta pembenahan tata kelola kementerian, lembaga, dan perusahaan negara sebagai sumber yang perlu dioptimalkan.
Komitmen memperkuat riset tersebut bukan baru disampaikan setelah munculnya potongan video. Pada 28 Juni 2026, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden telah memberikan arahan untuk menambah anggaran riset sekitar Rp4 triliun. Pemerintah juga menyiapkan peta jalan riset melalui koordinasi Bappenas, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta BRIN agar penelitian diarahkan pada kebutuhan konkret masyarakat, termasuk persoalan energi dan pengelolaan sampah.
Pertemuan 6 Agustus juga menunjukkan fokus pada hasil konkret. Prabowo melihat langsung berbagai inovasi BRIN selama lebih dari satu jam, mulai dari bidang nuklir dan antariksa, kesehatan, ketahanan pangan, energi, benih, obat-obatan hingga bioindustri. Kepala BRIN Arif Satria menyebut pertemuan tersebut mencerminkan komitmen pemerintah menempatkan riset dan inovasi sebagai salah satu fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Karena itu, perpindahan tayangan dalam sebuah potongan siaran tidak semestinya langsung disimpulkan sebagai upaya menyembunyikan isi pidato tanpa bukti mengenai alasan editorial atau teknisnya. Fakta yang dapat diverifikasi justru menunjukkan bahwa pernyataan mengenai korupsi, fraud, under-invoicing, dan pembenahan tata kelola tetap tersedia dalam pemberitaan publik. Pesan utama Presiden saat itu adalah memperbesar kapasitas riset nasional dengan menutup kebocoran, meningkatkan efisiensi, dan memastikan dana negara menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan pembangunan.
Share News
For Add Product Review,You Need To Login First
















