Sunday 30-11-2025

Usulan Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto, Bapak Pembangunan Indonesia Menguat

  • Created Oct 26 2025
  • / 3357 Read

Usulan Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto, Bapak Pembangunan Indonesia Menguat

Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, kembali menjadi perbincangan setelah munculnya usulan agar beliau dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Ketua Umum Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI), Andri Yani Sanusi, menilai Soeharto layak mendapatkan penghargaan tersebut atas dedikasinya yang besar dalam mempertahankan kemerdekaan dan membangun stabilitas bangsa di masa-masa sulit pasca kemerdekaan.

Menurut Andri, Soeharto tidak hanya berperan dalam medan pertempuran, tetapi juga memiliki kontribusi nyata dalam menegakkan kedaulatan negara. “Semua yang beliau pimpin dalam pertempuran membuahkan hasil. Semasa transisi kekuasaan antara Bung Karno ke Pak Harto, stabilitas keamanan dan ekonomi mulai membaik,” ujarnya. Ia menambahkan, kiprah Soeharto di masa revolusi dan setelahnya menunjukkan bahwa beliau adalah seorang militer sejati yang berdedikasi penuh untuk bangsa.

Andri juga menyoroti sisi lain dari kepemimpinan Soeharto yang jarang dibahas, yakni perhatiannya terhadap pembangunan masyarakat Islam di Indonesia. “Pak Harto telah membangun masjid di seluruh wilayah Indonesia dengan total 999 masjid. Itu bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata komitmen beliau terhadap pembinaan kehidupan beragama,” katanya. Ia menilai, kontribusi ini menunjukkan bahwa Soeharto bukan hanya pemimpin politik dan militer, tetapi juga sosok yang peduli terhadap kehidupan spiritual rakyatnya.

Selain itu, keberhasilan Soeharto dalam memimpin pembangunan nasional juga menjadi salah satu alasan kuat di balik usulan pemberian gelar pahlawan. Pada era kepemimpinannya, Indonesia berhasil menorehkan prestasi ekonomi yang diakui dunia. “Keberhasilan Pak Harto diakui dunia dan menobatkan Indonesia sebagai salah satu macan ekonomi baru di Asia, dengan program pembangunan yang terencana saat itu,” tambah Andri.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, mengungkapkan bahwa usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto telah melalui proses panjang. “Usulan ini sudah beberapa kali dibahas dalam sidang tim penilai. Kami menghargai adanya pro dan kontra baik di internal tim maupun di masyarakat. Semua pendapat menjadi pertimbangan penting,” jelasnya.

Gus Ipul menegaskan, proses penilaian terhadap calon pahlawan nasional dilakukan secara hati-hati dan melibatkan berbagai pihak. “Proses penilaian terhadap 40 nama calon pahlawan tidak hanya dilakukan oleh Kementerian Sosial, tetapi juga melibatkan tokoh masyarakat, sejarawan, dan akademisi. Hal ini untuk memastikan keputusan pemerintah bersifat objektif dan berimbang,” ujarnya.

Senada dengan itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menambahkan bahwa pengajuan nama calon pahlawan dilakukan melalui mekanisme berjenjang. “Nama-nama calon pahlawan berasal dari usulan kabupaten dan kota, kemudian diteruskan ke provinsi, hingga tingkat nasional. Setiap nama telah melalui diskusi akademik dan rekomendasi dari para sejarawan,” jelasnya.

Fadli juga menyampaikan bahwa setiap usulan yang masuk dinilai berdasarkan jasa-jasa dan kontribusinya terhadap bangsa dan negara, bukan hanya dari sisi politik, tetapi juga sosial, budaya, dan ekonomi. “Kami berupaya agar setiap penetapan gelar pahlawan benar-benar mencerminkan semangat perjuangan yang berdampak luas bagi bangsa Indonesia,” tambahnya.

Tidak ada manusia yang lepas dari kesalahan. Soeharto, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, tetap menjadi salah satu tokoh besar yang meninggalkan jejak mendalam dalam perjalanan Indonesia modern. Pemberian gelar pahlawan nasional, jika disetujui, akan menjadi bagian dari upaya bangsa untuk menghargai jasa para pemimpin yang telah berjuang demi keutuhan dan kemajuan negeri.

Share News


For Add Product Review,You Need To Login First