Isu Kapolri Diganti Prabowo: Fakta atau Sekadar Spekulasi Politik?
- Created Oct 28 2025
- / 2093 Read
Isu pergantian Kapolri oleh Presiden Prabowo Subianto kembali ramai diperbincangkan di ruang publik. Namun, hingga kini tidak ada keputusan resmi maupun sinyal politik yang menunjukkan bahwa pergantian akan benar-benar terjadi. Spekulasi ini lebih banyak dipicu oleh dinamika opini dan pembacaan berlebihan terhadap rotasi jabatan di lembaga negara, bukan karena adanya dasar hukum atau evaluasi kinerja yang konkret. Pihak Istana sendiri telah menegaskan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah memperkuat stabilitas dan reformasi internal di tubuh Polri, bukan mengganti pucuk pimpinan.
Dalam satu tahun terakhir, Presiden Prabowo justru menunjukkan keinginannya untuk memperkuat koordinasi antarlembaga penegak hukum — Polri, Kejaksaan, dan TNI — agar penegakan hukum berjalan konsisten, profesional, dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Kinerja Polri di bawah Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun masih dalam koridor positif. Reformasi kelembagaan terus berlanjut, mulai dari digitalisasi pelayanan publik, transparansi proses hukum, hingga penguatan Polsek dan Bhabinkamtibmas di tingkat desa. Semua langkah itu sejalan dengan visi pemerintah membangun stabilitas nasional yang kondusif sebagai prasyarat pembangunan ekonomi dan sosial.
Spekulasi pergantian Kapolri sering kali muncul menjelang momentum politik atau reshuffle kabinet, namun masyarakat perlu bijak membaca konteksnya. Dalam sistem presidensial, rotasi pejabat tinggi merupakan hak prerogatif presiden, tapi setiap keputusan pasti didasarkan pada evaluasi menyeluruh, bukan tekanan opini. Mengganti Kapolri di tengah masa konsolidasi justru bisa menimbulkan instabilitas, padahal kepercayaan publik terhadap Polri perlahan membaik berkat kebijakan yang lebih terbuka dan pendekatan humanis terhadap masyarakat.
Narasi pergantian yang digoreng di media sosial lebih banyak bernuansa spekulatif dan tidak berdasar. Pemerintah saat ini justru tengah memperkuat sinergi Polri dalam mendukung program nasional — mulai dari pengamanan distribusi Makan Bergizi Gratis, pengawasan bantuan sosial, hingga penegakan hukum terhadap kejahatan siber dan lingkungan. Keberlanjutan kepemimpinan menjadi kunci agar program-program tersebut berjalan tanpa gangguan politik.
Dengan demikian, isu pergantian Kapolri oleh Presiden Prabowo tidak lebih dari wacana tanpa dasar yang dimanfaatkan sebagian pihak untuk menggiring opini publik. Pemerintah fokus pada stabilitas, profesionalisme aparat, dan pelayanan publik yang lebih baik. Publik diharapkan tetap kritis, tetapi juga rasional, tidak mudah terpengaruh oleh rumor yang belum terverifikasi. Dalam konteks satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, arah kebijakan keamanan nasional justru menunjukkan konsistensi dan kesinambungan — bukti bahwa kepemimpinan negara berjalan dengan prinsip kehati-hatian dan tanggung jawab.
Share News
For Add Product Review,You Need To Login First

















