MBG Tetap Berjalan Saat Lebaran, Pemerintah Pastikan Distribusi Disesuaikan dan Tepat Sasaran
- Created Mar 10 2026
- / 1776 Read
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dijalankan selama periode Lebaran dengan sejumlah penyesuaian distribusi untuk memastikan layanan gizi masyarakat tetap terjaga. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa pelaksanaan program tetap berlangsung meskipun terdapat perubahan pola aktivitas masyarakat selama libur panjang Idulfitri.
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa BGN telah menyiapkan mekanisme khusus agar distribusi makanan tetap efektif di tengah dinamika mudik dan libur panjang. Dalam keterangan pada 15 Februari 2026, ia menyampaikan bahwa salah satu skema yang digunakan adalah paket bundling, yaitu pengiriman makanan yang dapat mencakup kebutuhan hingga beberapa hari sekaligus.
Menurut Dadan, langkah ini diambil agar penerima manfaat tetap mendapatkan asupan gizi meskipun aktivitas sekolah atau distribusi harian mengalami penyesuaian selama periode libur Lebaran. “Program MBG tetap berjalan, tetapi distribusinya disesuaikan dengan kondisi di lapangan agar tetap tepat sasaran,” jelasnya.
Penyesuaian ini sekaligus menjawab sejumlah kekhawatiran yang sempat muncul di ruang publik terkait potensi gangguan distribusi selama masa mudik. Dengan mekanisme bundling dan penjadwalan ulang distribusi, pemerintah menilai risiko keterlambatan pengiriman maupun penurunan kualitas makanan dapat diminimalkan.
Selain itu, kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui tetap menjadi prioritas layanan selama periode libur. Pemerintah menilai kebutuhan gizi kelompok tersebut bersifat berkelanjutan sehingga tidak dapat sepenuhnya bergantung pada kalender aktivitas sekolah.
Program MBG sendiri merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan gizi nasional. Pada awal 2026, pemerintah menargetkan jumlah penerima manfaat program ini terus meningkat secara signifikan. Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang menyebut target penerima manfaat program MBG dapat mencapai 82,9 juta orang pada 2026, seiring dengan perluasan jaringan layanan gizi di berbagai daerah.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya juga menekankan bahwa program ini merupakan investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia Indonesia. Hingga awal 2026, puluhan juta penerima manfaat telah terlayani melalui program MBG yang terus diperluas secara bertahap.
Pemerintah menilai berbagai masukan publik terkait pelaksanaan program selama Lebaran merupakan bagian dari dinamika kebijakan yang wajar. Namun dengan penyesuaian operasional yang telah disiapkan, program MBG tetap diharapkan mampu menjaga akses gizi masyarakat, bahkan di tengah periode mobilitas tinggi seperti saat Idulfitri.
Melalui pendekatan yang lebih adaptif terhadap kondisi sosial masyarakat, pelaksanaan MBG selama Lebaran menunjukkan bahwa program nasional dapat terus berjalan sambil menyesuaikan diri dengan kebutuhan lapangan. Pemerintah menegaskan bahwa tujuan utama program ini tetap sama, yaitu memastikan masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, mendapatkan akses gizi yang memadai secara berkelanjutan.
Share News
For Add Product Review,You Need To Login First

















