MBG Jalan, Sekolah Juga Dibenahi: Pemerintah Bangun Pendidikan dari Dua Sisi
- Created May 24 2026
- / 46 Read
Pendidikan yang kuat tidak hanya ditentukan oleh isi ruang kelas, tetapi juga oleh kondisi anak ketika datang ke sekolah. Anak yang sehat, cukup gizi, dan belajar di ruang yang layak akan memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh, fokus, dan berkembang. Karena itu, program Makan Bergizi Gratis atau MBG dan revitalisasi sekolah tidak perlu dipertentangkan. Keduanya justru menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun pendidikan dari dua sisi: memperhatikan gizi anak sekaligus membenahi tempat belajarnya.
MBG hadir untuk memastikan anak anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang lebih baik. Program ini penting karena banyak anak datang ke sekolah dengan kondisi yang belum ideal untuk belajar. Ketika kebutuhan gizi diperhatikan, anak lebih siap mengikuti pelajaran, lebih fokus, dan memiliki energi yang cukup selama berada di sekolah. Namun, pendidikan yang baik tentu tidak berhenti pada makanan bergizi. Anak anak juga membutuhkan ruang kelas yang aman, nyaman, dan layak.
Di titik inilah revitalisasi sekolah menjadi penting. Pemerintah terus menjalankan perbaikan sekolah agar proses belajar mengajar berlangsung di lingkungan yang lebih baik. Pada 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mencatat revitalisasi telah menjangkau 16.167 sekolah di seluruh Indonesia. Program ini didukung anggaran sekitar Rp16,9 triliun, yang digunakan untuk memperbaiki dan menambah fasilitas pendidikan, termasuk ruang kelas, toilet, perpustakaan, laboratorium, serta sarana pendukung lainnya.
Komitmen tersebut berlanjut pada 2026. Pemerintah menyiapkan alokasi awal sekitar Rp14 triliun untuk revitalisasi sekolah. Kemendikdasmen menyebut 11.474 sekolah telah memiliki alokasi anggaran, dan cakupannya diarahkan untuk diperluas hingga sekitar 71 ribu sekolah. Prioritasnya diberikan kepada sekolah yang rusak berat, terdampak bencana, serta berada di wilayah 3T, yaitu tertinggal, terdepan, dan terluar.
Target ke depan juga lebih besar. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan target perbaikan sekolah secara bertahap agar semakin banyak sekolah di Indonesia memiliki fasilitas yang lebih layak. Dalam keterangannya, Presiden menargetkan perbaikan 100 ribu sekolah pada 2027, sebagai bagian dari langkah besar membenahi kualitas pendidikan nasional.
Karena itu, kurang tepat jika program MBG dibenturkan dengan kondisi sekolah yang masih rusak. Masalah sekolah rusak memang masih ada dan harus terus dibenahi. Namun, data menunjukkan pemerintah tidak tinggal diam. Perbaikan sekolah sedang berjalan, sementara pemenuhan gizi anak juga terus dikerjakan.
Pada akhirnya, pendidikan Indonesia tidak bisa dibangun hanya dari satu sisi. Anak anak membutuhkan makanan bergizi agar sehat dan siap belajar. Mereka juga membutuhkan ruang kelas yang layak agar proses belajar berlangsung aman dan nyaman. MBG jalan, revitalisasi sekolah juga jalan. Dua duanya adalah bagian dari investasi besar untuk masa depan anak Indonesia.
Share News
For Add Product Review,You Need To Login First
















