Tuesday 03-02-2026

Strategi Pangan Presiden Prabowo di Papua: Fokus pada Kearifan Lokal dan Kesejahteraan Rakyat

  • Created Jan 12 2026
  • / 1642 Read

Strategi Pangan Presiden Prabowo di Papua: Fokus pada Kearifan Lokal dan Kesejahteraan Rakyat

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk, memberikan klarifikasi menyejukkan terkait arah pembangunan di Tanah Papua di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ribka menegaskan bahwa isu mengenai kewajiban menanam kelapa sawit di Papua tidaklah benar, melainkan sebuah ajakan untuk mempercepat pembangunan daerah melalui penguatan ketahanan pangan. Kebijakan ini dirancang untuk memberikan ruang bagi pemerintah daerah dalam menentukan prioritas pembangunan yang paling sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing.

 

Dalam arahannya, Presiden Prabowo justru menitikberatkan pada pentingnya kemandirian pangan yang berbasis pada kearifan lokal. Ribka menjelaskan bahwa Papua memiliki kekayaan alam yang luar biasa yang dapat dikelola secara mandiri untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Fokus utama pemerintah adalah memastikan bahwa setiap jengkal tanah Papua memberikan manfaat maksimal bagi penduduk asli, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan dasar secara berkelanjutan.

 

Ribka Haluk memaparkan bahwa diversifikasi pangan menjadi kunci utama dalam strategi pembangunan ini. Komoditas asli Papua seperti sagu, singkong, talas, padi, hingga berbagai jenis umbi-umbian lainnya memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara masif. Dengan mengedepankan tanaman pangan lokal, pemerintah tidak hanya menjaga ketahanan nutrisi masyarakat, tetapi juga melestarikan warisan budaya pertanian yang sudah ada sejak turun-temurun di Bumi Cendrawasih.

 

Lebih jauh lagi, pengembangan komoditas lokal ini diproyeksikan untuk memiliki nilai tambah yang tinggi melalui industri pengolahan. Selain menjadi sumber pangan, hasil bumi Papua seperti sagu dan umbi-umbian berpotensi besar untuk diolah menjadi produk turunan yang bernilai ekonomi tinggi, termasuk pengembangan energi alternatif seperti etanol. Langkah inovatif ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru dan memicu pertumbuhan ekonomi kreatif di tingkat distrik hingga kampung.

 

Melalui pendekatan yang inklusif ini, pemerintah optimis bahwa Papua akan menjadi pilar utama kedaulatan pangan nasional di masa depan. Dukungan pusat terhadap fleksibilitas komoditas ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan Papua dilakukan dengan hati dan penghormatan terhadap identitas lokal. Ribka mengajak seluruh elemen masyarakat dan kepala daerah di Papua untuk bersinergi mewujudkan visi besar ini demi masa depan Papua yang lebih mandiri, maju, dan sejahtera.

Share News


For Add Product Review,You Need To Login First