Tuesday 03-02-2026

MBG Hadir untuk Anak Bangsa, Kesejahteraan Guru Tetap Prioritas Negara

  • Created Jan 22 2026
  • / 118 Read

MBG Hadir untuk Anak Bangsa, Kesejahteraan Guru Tetap Prioritas Negara

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan investasi jangka panjang negara untuk memastikan tumbuh kembang anak Indonesia berjalan optimal. Program ini dirancang untuk menjawab tantangan gizi, kesehatan, dan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Narasi yang menyebut MBG mengorbankan kesejahteraan guru honorer perlu diluruskan agar publik memperoleh gambaran utuh dan berimbang.

Secara kebijakan, MBG memiliki pos anggaran dan tujuan yang berbeda dengan skema kesejahteraan tenaga pendidik. Pendanaan MBG difokuskan pada pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik, sementara peningkatan kesejahteraan guru honorer tetap menjadi agenda tersendiri melalui berbagai program pendidikan, afirmasi anggaran daerah, serta skema peningkatan kualitas dan status tenaga pendidik. Dengan demikian, MBG tidak menggantikan apalagi mengurangi hak guru.

Justru, MBG dan kesejahteraan guru saling melengkapi. Anak yang sehat dan tercukupi gizinya akan lebih fokus belajar, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif. Kondisi kelas yang lebih kondusif ini secara langsung mendukung peran guru, termasuk guru honorer, dalam menjalankan tugas pendidikan dengan hasil yang lebih baik dan bermakna.

Perlu dipahami bahwa negara menjalankan banyak program strategis secara paralel. MBG adalah salah satu upaya memperkuat fondasi generasi masa depan, sementara isu guru honorer diselesaikan melalui jalur kebijakan ketenagakerjaan dan pendidikan. Menghadapkan kedua isu ini seolah saling meniadakan justru berpotensi memecah fokus publik dari solusi yang seharusnya berjalan bersama.

Dalam praktiknya, MBG juga membuka peluang ekonomi lokal, mulai dari penyediaan bahan pangan hingga pengelolaan dapur layanan. Dampak ekonomi ini ikut memperkuat ekosistem sekolah dan masyarakat sekitar, yang pada akhirnya mendukung lingkungan kerja guru. Program ini bukan beban, melainkan pengungkit kesejahteraan sosial secara lebih luas.

Pemerintah terus berkomitmen memperbaiki tata kelola pendidikan, termasuk memperjuangkan peningkatan kesejahteraan guru honorer melalui pendataan, afirmasi anggaran, dan kebijakan berkelanjutan. Upaya ini berjalan seiring dengan pelaksanaan MBG, bukan sebagai pilihan salah satu. Keduanya adalah bagian dari visi besar meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh narasi yang memecah belah. MBG bukanlah program yang mengorbankan guru, melainkan investasi untuk anak bangsa yang justru memperkuat peran pendidik. Dengan dukungan bersama dan pemahaman yang utuh, MBG dan peningkatan kesejahteraan guru dapat berjalan berdampingan demi masa depan Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Share News


For Add Product Review,You Need To Login First