MBG Bersifat Sukarela, Ini Penjelasan Lengkap BGN dan Manfaatnya bagi Pendidikan
- Created Jan 27 2026
- / 50 Read
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah sejak awal dirancang sebagai program pendukung, bukan kewajiban yang memaksa semua sekolah tanpa mempertimbangkan kondisi di lapangan. Penegasan ini kembali disampaikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meluruskan berbagai persepsi keliru yang berkembang di ruang publik. BGN menjelaskan bahwa MBG bersifat sukarela, adaptif, dan berbasis kebutuhan, sehingga sekolah memiliki ruang untuk menyesuaikan pelaksanaannya sesuai kesiapan dan kondisi peserta didik.
Maksud utama dari pernyataan BGN bahwa MBG tidak wajib adalah untuk memastikan program ini tidak dijalankan secara kaku dan seragam, apalagi sampai menimbulkan tekanan administratif atau sosial kepada sekolah. Jika ada sekolah yang sudah memiliki sistem pemenuhan gizi mandiri, atau memiliki pertimbangan tertentu terkait kesiapan dapur, distribusi, maupun manajemen internal, maka keputusan untuk menunda atau tidak mengikuti MBG tetap dihormati. Prinsip ini justru menunjukkan bahwa kebijakan gizi dijalankan dengan pendekatan manusiawi dan realistis, bukan sekadar mengejar angka partisipasi.
Di sisi lain, sifat tidak wajib ini bukan berarti MBG kehilangan urgensinya. Program ini hadir untuk menjawab persoalan nyata yang selama ini memengaruhi kualitas pendidikan, yakni masalah gizi anak usia sekolah. Banyak anak datang ke sekolah dalam kondisi kurang asupan nutrisi, yang berdampak langsung pada konsentrasi, daya tahan tubuh, dan kemampuan menyerap pelajaran. Dalam konteks ini, MBG berfungsi sebagai penopang proses belajar, bukan pengganti pendidikan itu sendiri. Pendidikan tetap berjalan dengan anggaran dan kebijakannya, sementara MBG memastikan anak berada dalam kondisi fisik yang layak untuk belajar.
Manfaat MBG juga melampaui aspek kesehatan individu. Program ini membantu menekan risiko stunting, anemia, dan gizi buruk sejak dini, sekaligus mengurangi kesenjangan gizi yang sering kali tidak terlihat secara kasat mata, termasuk di wilayah perkotaan. Selain itu, pelaksanaan MBG yang melibatkan rantai pasok lokal turut mendorong perputaran ekonomi daerah dan memperkuat ekosistem pangan setempat. Dengan pendekatan yang tepat sasaran dan berbasis data, MBG menjadi investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia.
Dengan demikian, penjelasan BGN menegaskan bahwa MBG adalah kebijakan yang fleksibel namun strategis. Program ini tidak dimaksudkan untuk dipaksakan atau dibenturkan dengan pendidikan, melainkan untuk melengkapinya. Fokus utamanya tetap pada kepentingan anak, yakni memastikan mereka sehat, siap belajar, dan memiliki fondasi yang kuat untuk tumbuh dan berkembang.
Share News
For Add Product Review,You Need To Login First

















